Lompat ke konten utama

Program Malaria Perdhaki

Sisir Rumah ke Rumah, Puluhan Kader Gabungan Gelar MBS Malaria di Kampung Enggros

MALARIA PERDHAKI— JAYAPURA. Komitmen menuju eliminasi malaria di Kota Jayapura terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Selasa (21/7/2026), Tim Kerja Malaria Dinas Kesehatan Kota Jayapura bersama SSR YDHP 2, Puskesmas Abe Pantai, dan Pemerintah Kampung Enggros menggelar kegiatan Mass Blood Survey (MBS) di Kampung Enggros.

Kampung Enggros merupakan desa yang memiliki angka kasus yang sangat rendah dan telah resmi dideklarasikan sebagai kampung bebas malaria. Meskipun demikian, kegiatan MBS di Kampung Enggros tetap dinilai sangat penting karena bertujuan untuk mendeteksi potensi parasit malaria sedini mungkin, mencegah masuknya kasus impor, serta menemukan pembawa parasit tanpa gejala agar penularan tidak kembali terjadi.

Kegiatan MBS ini melibatkan 26 kader Juru Malaria Desa (JMD) dari 5 PKM, pendamping kader sekaligus Pj. Malaria Puskesmas Abe Pantai, tenaga farmasi, Kepala TU Puskesmas Abe Pantai, serta Pj. Malaria dan pendamping kader dari Puskesmas Jayapura Utara.

Kegiatan diawali dengan konsolidasi tim dan makan siang bersama di pesisir Pantai Ciberry. Setelah dibagi ke dalam 4 kelompok, seluruh tim menyeberang menuju Kampung Enggros menggunakan speedboat dari Pantai Ciberry selama 10 menit. Tak lama setelah itu, tim segera bergerak dari rumah ke rumah melakukan pemeriksaan darah secara menyeluruh, tanpa terkecuali. Bayi hingga lansia tidak ada yang luput dari pemeriksaan tim.

Tim berhasil mengambil dan memeriksa sebanyak 382 sampel darah setelah menyisir pemukiman warga. Dari seluruh sampel tersebut, tim menemukan dua kasus positif malaria Plasmodium vivax (PV/Tersiana) tanpa gejala klinis. Petugas medis memberikan obat-obatan kepada para penderita untuk segera dikonsumsi secara rutin .

Berdasarkan hasil penelusuran riwayat perjalanan, disimpulkan bahwa dua kasus tersebut bukan penularan lokal. Kedua penderita diketahui memiliki riwayat bepergian ke luar Kampung Enggros dalam 14 hari terakhir. Selain itu, di Enggros juga tidak ditemukan tempat perindukan nyamuk berdasarkan hasil pemetaan dan survei jentik karena posisi kampung yang berada di atas permukaan laut.

Temuan tersebut disosialisasikan oleh Pj. Malaria Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Agus Triyanto, bersama PM SSR YDHP 2, Ernesto Y. Natylo, saat bertemu dengan staf pemerintah kampung sekaligus Ketua Tim Malaria Kampung Enggros, Aser Semra.

Dalam pertemuan itu, pihak Dinas Kesehatan menegaskan bahwa tidak ada penularan lokal di Kampung Enggros. Kasus murni berasal dari luar daerah akibat tingginya mobilitas masyarakat karena Enggros merupakan destinasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan.

Aser Semra membenarkan hal tersebut. Aser juga menambahkan bahwa data menunjukkan jumlah penduduk Kampung Enggros lebih dari 1.400 jiwa, tetapi warga yang menetap hanya berkisar 400 hingga 500 jiwa. Sisanya berdomisili di luar Kampung Enggros, baik karena bekerja maupun kuliah.

Dalam kesempatan ini Agus Triyanto merekomendasi agar kampung mendirikan satu Posko Skrining Malaria di pintu masuk Pantai Ciberry karena melihat tingginya potensi penularan dari luar. Pos ini diharapkan dapat menjaring setiap pengunjung atau warga yang terinfeksi malaria dari luar Kampung.

Setelah kembali dari Kampung Enggros, tim masih melanjutkan penyisiran malaria terhadap pengunjung Pantai Ciberry. Di sini tim menemukan dua kasus positif Plasmodium vivax tambahan pada warga bergejala.  

 

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca