Program Malaria Perdhaki

Malaria Perdhaki Dukung Komitmen Bappeda Sumba Timur Akselerasi Pembangunan Daerah

Perdhaki Wilayah Sumba Timur Ikut Serta Dalam Pertemuan Lintas NGO dan Bappeda
Perdhaki Wilayah Sumba Timur Ikut Serta Dalam Pertemuan Lintas NGO dan Bappeda

MALARIA PERDHAKI – SUMBA TIMUR. Malaria Perdhaki melalui Perdhaki Wilayah Sumba Timur berkomitmen dalam mendukung upaya pembangunan daerah Kabupaten Sumba Timur.

Salah satunya dengan terlibat aktif dalam sinergi dan kolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Timur bersama sejumlah organisasi non-profit (NGO/LSM) lainnya.

Bappeda Kabupaten Sumba Timur menggelar pertemuan koordinasi di Sekretariat Bersama pada awal pekan ini. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi, kolaborasi, serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan oleh berbagai lembaga di wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Program Manager SSR RSK Lindimara, Semi S. Kawarakonda, dalam pertemuan tersebut menyampaikan gambaran serta capaian pelaksanaan Program Malaria Perdhaki di Kabupaten Sumba Timur.

“Pada tahun 2025, kader Juru Malaria Desa (JMD) telah melakukan 140.030 pemeriksaan malaria dari total sekitar 260 ribu penduduk. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sekitar 50 persen penduduk Kabupaten Sumba Timur telah diperiksa oleh kader JMD, sebuah kontribusi signifikan dalam upaya pengendalian malaria di daerah ini,” ujar Semi, Senin (16/2).

Semi menambahkan, pada periode Januari–Maret 2026, SSR RSK Lindimara bersama SSR Dekenat Waingapu akan berfokus pada pembahasan rancangan Peraturan Desa (Perdes) tentang percepatan penanggulangan AIDS/HIV, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM). Program ini menargetkan 20 desa di Kabupaten Sumba Timur, melanjutkan capaian tahun 2025 di mana Perdes ATM telah berhasil dibentuk di 6 desa.

Semi menjelaskan, terdapat sejumlah hal yang disepakati dalam pertemuan lintas NGO dan Bappeda Sumba Timur.

Pertama, seluruh NGO/LSM dapat memanfaatkan Sekretariat Bersama sebagai ruang koordinasi dan kolaborasi dalam pencapaian program masing-masing lembaga. Kedua, pertemuan Sekretariat Bersama akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sebagai wadah komunikasi, evaluasi, dan penyelarasan program.

Ketiga, Bappeda Kabupaten Sumba Timur mengharapkan agar seluruh NGO/LSM, termasuk lembaga pendanaan (funding), dapat melaporkan pelaksanaan kegiatannya kepada Bappeda guna mendukung perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dan berbasis data.

Keempat, seluruh NGO/LSM diharapkan terlibat aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan agar program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Kelima, pertemuan juga menegaskan pentingnya dukungan NGO/LSM dalam mendorong kemandirian desa, khususnya dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebagai fondasi pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kerja sama yang semakin solid antara pemerintah daerah dan NGO/LSM dalam mendukung pembangunan kesehatan, pemberdayaan desa, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumba Timur secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca