Membangun Masa Depan Papua Pegunungan: Sinergi Pusat dan Daerah Menuju Eliminasi ATM

MALARIA PERDAKI-WAMENA. Kementerian Kesehatan RI melalui Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia meminta pemerintah daerah di Papua Pegunungan untuk menangani penyakit AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) secara serius guna menekan tingginya kasus ATM di wilayah tersebut dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota Badan Eksekutif Adinkes, Ferdinan J. Laihad, secara tertulis di Wamena pada 11 April 2026. Beliau menegaskan agar pemerintah provinsi dan kabupaten menjalankan program penanganan ini dengan baik agar sebaran penyakit tersebut tetap terkontrol. Beliau mendorong pemerintah daerah memperkuat sinkronisasi dengan program pemerintah pusat demi mencapai target eliminasi penyakit ATM.
Ferdinan menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendirian dalam pengendalian penyakit ini, tetapi perlu ada keterlibatan aktif lintas sektor, lembaga non-pemerintah, serta masyarakat luas.
Saat ini, fokus penanganan masih berada di enam dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan, yaitu Jayawijaya, Yahukimo, Nduga, Mamberamo Yalimo, Tengah, dan Pegunungan Bintang. Keenam kabupaten tersebut mendapat dukungan langsung dari Global Fund.
Walaupun fokus wilayah intervensi tidak berubah, Ferdinan mengakui bahwa faktor keamanan di Papua Pegunungan memaksa tim medis mengubah strategi penanganan. Perubahan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas intervensi medis. Atas persetujuan Adinkes pusat, petugas kesehatan menggabungkan penyelenggaraan layanan di lokasi-lokasi tertentu (One-Stop Service) guna menghindari risiko keamanan.
Melalui sinergi yang kokoh ini, Kementerian Kesehatan berkomitmen memastikan setiap langkah di tanah Papua Pegunungan adalah langkah menuju masa depan yang sehat. Masyarakat tumbuh kuat, produktif, dan berdaya tanpa bayang-bayang penyakit ATM.