Bahu-Membahu, SSR Trapesia, Puskesmas, dan Warga Teluk Wondama Kendalikan Vektor Malaria

MALARIA PERDHAKI – Teluk Wondama. Berbagai pihak kini terus menggalakkan upaya untuk menekan laju penyebaran penyakit malaria di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Untuk menanggapi peningkatan kasus malaria di beberapa wilayah kerja Puskesmas, Malaria Perdhaki melalui SSR Trapesia langsung mengambil inisiatif dengan menginisiasi aksi sinergi lintas sektor.
Mereka memfokuskan langkah mitigasi ini pada pengendalian vektor di kampung-kampung yang mengalami peningkatan kasus. Demi memaksimalkan dampak, SSR Trapesia membangun koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, pihak Puskesmas, serta Tim Malaria Kampung seperti di Kampung Torey dan Kampung Sobey Indah.
Kegiatan intervensi ini menyasar tujuh kampung yang menjadi lokus utama percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Teluk Wondama, yaitu Kampung Yerenusi, Ambumi, Torey, Isuy, Wasior II, Sobey Kampung, dan Sobey Indah. Ketujuh wilayah ini berada di bawah naungan empat Puskesmas, yaitu Puskesmas Wondiboi, Wasior, Sobey Indah, dan Kuriwamisa. Melalui kegiatan supervisi langsung dan diskusi kampung, SSR Trapesia berhasil menggerakkan partisipasi aktif masyarakat serta tenaga kesehatan untuk bergerak bersama di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, program mitigasi ini menerapkan tiga strategi pengendalian vektor secara komprehensif. Strategi tersebut meliputi identifikasi tempat habitat perindukan, intervensi lingkungan melalui penaburan larvasida, kontrol biologis, hingga persiapan penyemprotan dinding rumah (Indoor Residual Spraying/IRS). Segenap pihak berharap langkah ini mampu menekan laju penyebaran penularan malaria secara signifikan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama mendukung penuh keberhasilan aksi ini dengan menyediakan logistik larvasida untuk keperluan IRS ,seperti Abate, Breaket, Marviks 100 EC, serta Ranggatox 50 EC. Di sisi lain, pelaksanaan IRS tetap membutuhkan dukungan kesiapan sumber daya manusia dari tim masing-masing Puskesmas. Saat ini, tim Puskesmas Wasior tengah mempersiapkan kesiapan SDM tersebut di Kampung Wasior II.
Melalui intervensi lingkungan di tujuh kampung tersebut, tim lapangan menemukan jentik nyamuk Anopheles di 19 tempat,15 habitat perindukan lama dan 4 habitat perindukan baru. Empat habitat baru tersebut berada di perahu-perahu lama yang sudah tidak terpakai yang menjadi tempat ideal bagi perkembangbiakan Anopheles.
Petugas langsung melakukan tindakan cepat merespons temuan tersebut, dengan menaburkan larvasida dan melepaskan ikan kepala timah sebagai agen kontrol biologis. Melalui sinergi yang kuat antara Malaria Perdhaki, pemerintah, dan masyarakat, semua pihak optimis dapat segera memutus mata rantai penularan malaria di Teluk Wondama menuju pencapaian eliminasi total.