Program Malaria Perdhaki

Menengok Posisi Indonesia Dalam Upaya Eliminasi Malaria Global

Kader Malaria di Sumba Barat
Kader Malaria di Sumba Barat

MALARIA PERDHAKI-JAKARTA. World Health Organization (WHO) dalam World Malaria Report 2025 mengungkapkan Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban malaria signifikan di Kawasan Asia Tenggara.

Merujuk laporan yang dipublikasikan pada penghujung 2025 tersebut, Indonesia secara nasional telah menunjukkan kemajuan dalam menurunkan angka kasus. Meski demikian, laporan ini menegaskan bahwa transmisi malaria masih terkonsentrasi kuat di wilayah timur, khususnya Papua dan Papua Selatan, yang menjadi episentrum kasus nasional.

“Tren kasus malaria di Indonesia terutama terjadi di provinsi-provinsi terpencil di wilayah timur, seperti Papua dan Papua Barat, yang dipengaruhi oleh mobilitas penduduk, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, serta variasi cakupan pengendalian vektor, dalam konteks meningkatnya dan meluasnya kegiatan penemuan kasus aktif,” dikutip dari laporan tersebut, Rabu(11/2).

Dalam konteks regional, Indonesia disebut berkontribusi penting terhadap total kasus malaria di WHO Regio Asia Tenggara. Ketimpangan geografis menjadi tantangan utama, di mana sebagian besar wilayah Indonesia telah mencapai eliminasi atau pra-eliminasi, sementara daerah terpencil dengan akses layanan kesehatan terbatas masih menghadapi transmisi berkelanjutan. Kondisi geografis yang sulit, mobilitas penduduk, serta keterbatasan tenaga kesehatan turut menjadi tantangan.

WHO juga menyoroti bahwa kelompok rentan—termasuk masyarakat adat, pekerja migran, dan komunitas yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan—masih menghadapi risiko tinggi tertular malaria. Di wilayah endemis, keterlambatan diagnosis dan pengobatan berkontribusi terhadap tingginya penularan, sekaligus meningkatkan risiko komplikasi berat.

Dari sisi intervensi, Indonesia tercatat aktif dalam penerapan strategi pencegahan berbasis komunitas, termasuk distribusi kelambu berinsektisida dan penguatan peran kader kesehatan. Namun, laporan menekankan bahwa cakupan dan keberlanjutan intervensi tersebut masih perlu ditingkatkan agar mampu menjangkau seluruh populasi berisiko secara merata.

Menanggapi tantangan yang ada, Malaria Perdhaki erus berperan dalam upaya pengendalian dan eliminasi malaria, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Melalui pendekatan berbasis komunitas dan penguatan layanan kesehatan, Perdhaki menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan.

Salah satu fokus utama Perdhaki adalah penguatan kader malaria untuk mendukung penemuan kasus aktif, mendorong pemeriksaan dan pengobatan dini, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan malaria. Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait dalam pelatihan tenaga kesehatan, penguatan surveilans, dan advokasi kebijakan guna mempercepat eliminasi malaria secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca