Program Malaria Perdhaki

Totalitas Kampung Kiren: Wajib Periksa 100% Warga dan Gotong Royong Kebersihan

MALARIA PERDHAKI–SARMI. Kesadaran akan pentingnya deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus malaria. Memahami hal tersebut, Pemerintah Kampung Kiren, Kabupaten Sarmi, Papua, meluncurkan program pemeriksaan malaria secara rutin dan menyeluruh bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan pemeriksaan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara Pemerintah Kampung Kiren dengan Puskesmas Bonggo. Sinergi ini memastikan bahwa upaya eliminasi malaria di tingkat kampung mendapat dukungan penuh dari tenaga kesehatan profesional serta fasilitas medis yang memadai.

Pemeriksaan rutin ini dijadwalkan berlangsung selama empat bulan berturut-turut, terhitung sejak April hingga Juli 2026. Sebagai bentuk aksi nyata dari kolaborasi ini, pelaksanaan perdana telah sukses diselenggarakan pada 21 April 2026. Langkah ini diambil guna memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang maksimal tepat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan data kewilayahan, Kampung Kiren terdiri dari 7 jalur, 12 RT, dan 3 RW dengan total penduduk mencapai 980 jiwa. Untuk memudahkan jangkauan dan meningkatkan partisipasi warga, tempat pelaksanaan pemeriksaan tidak dibuat terpusat satu titik, melainkan dilakukan di rumah ketua RT masing-masing. Melalui pendekatan berbasis lingkungan ini, diharapkan tidak ada warga yang terlewat dalam proses skrining kesehatan.

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak di lapangan. Pemeriksaan dilakukan oleh kolaborasi antara Pendamping Malaria dari Puskesmas Bonggo, Kader Malaria Kampung Kiren, serta Tim 9. Sebagai informasi, Tim 9 merupakan sebutan bagi tim eliminasi malaria kampung di wilayah Kabupaten Sarmi.

Menariknya, setelah proses pemeriksaan selesai, Tim 9 bersama kader dan warga masyarakat langsung bergerak bersama melakukan aksi pembersihan lingkungan kampung secara gotong-royong.

Semangat eliminasi malaria di Kampung Kiren ini tergambar jelas dalam sebuah perbincangan sore antara Fatma Purol, perwakilan CSO Malaria Perdhaki Kabupaten Sarmi, dengan kepala Bamuskam kampung Kiren, sekaligus kepala tim 9 Kampung Kiren, Silas Bibit.

Dalam diskusi tersebut, Silas Bibit menekankan bahwa Pemerintah Kampung Kiren telah menetapkan kebijakan tegas, khususnya pada periode April hingga Mei. Kebijakan tersebut mewajibkan pemeriksaan 100% bagi seluruh warga kampung tanpa terkecuali.

Selain pemeriksaan darah, rangkaian kegiatan juga mencakup tindakan pencegahan preventif seperti pembersihan kampung dan pemberian larvasida yang dilakukan bersama tim dari Puskesmas Bonggo. Upaya masif ini diharapkan mampu memutus mata rantai penularan malaria dan mewujudkan Kampung Kiren sebagai wilayah yang bebas penyakit.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca