Program Malaria Perdhaki

Buka Pelatihan di Teluk Wondama, Kader Malaria adalah Ujung Tombak Kita!

MALARIA PERDHAKI- TELUK WONDAMA. Pada 9 Juli 2026, Kabupaten Teluk Wondama menggelar kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan yang bertempat di Altumeri Inn, Teluk Wondama, Monokwari, Papua Barat. Kegiatan krusial ini diinisiasi oleh Malaria Perdhaki melalui SR Yatima dan SSR Trapesia, dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama. Agenda ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di wilayah Teluk Wondama.

Pelatihan ini dihadiri oleh 26 peserta kader kesehatan serta 4 pendamping teknis yang berasal dari Teluk Wondama dan sekitarnya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Teluk Wondama, Bapak Anthonius A. Marani, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan, dr. Jhohan Joteni.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Teluk Wondama, Bapak Anthonius A. Marani, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung pelatihan ini demi tercapainya target eliminasi kader malaria secara tuntas. Pemerintah Daerah memandang keberadaan kader sebagai elemen vital pertahanan kesehatan masyarakat.

“Kader malaria adalah ujung tombak yang memiliki peran sangat strategis di tengah masyarakat. Mereka berada di garis terdepan untuk memberikan edukasi, melakukan deteksi dini, mengajak seluruh warga masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, serta mendorong warga agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala-gejala malaria,” tegas Bapak Anthonius A. Marani.

Beliau menambahkan optimisme besarnya terhadap output dari kegiatan ini. Melalui pelatihan yang terstruktur, para kader malaria akan dibekali dengan khazanah pengetahuan ilmiah, keterampilan taktis, serta semangat pengabdian yang lebih mendalam. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan  yang membawa dampak positif nyata di tengah warga masyarakat Kabupaten Teluk Wondama.

Wakil Bupati secara khusus mendorong Kader Malaria untuk menjadi pelopor dan mampu menjadi penggerak, pembicara, sekaligus penyambung lidah yang efektif kepada warga masyarakat yang lain yang dapat menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk terus berkomitmen menjaga diri agar tetap sehat, bebas dari malaria.

Lebih lanjut, Beliau menjabarkan bahwa untuk mencapai eliminasi malaria, keterlibatan aktif semua sektor adalah kunci. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat merupakan fondasi utama untuk mencapai tujuan kesehatan yang terbaik.

Di akhir arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta pelatihan agar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Mengingat pentingnya materi yang disampaikan, para peserta diminta mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh, aktif dalam ruang diskusi, serta membangun jejaring kerja sama yang kuat antar-kader pasca-pelatihan.

Pelatihan intensif ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, dari 9-13 Juni 2026, di Teluk Wondama. Melalui proses belajar dan penempaan ini, diharapkan seluruh kader dapat segera terjun ke lapangan, bergerak serentak secara taktis, dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Kabupaten Teluk Wondama yang bersih, sehat, serta sepenuhnya bebas dari malaria.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca