Program Malaria Perdhaki

Angka Kasus Masih Tinggi, Pemkab Yapen Dukung Pelatihan Kader Malaria

Pelatihan Kader Malaria di Kepulauan Yapen (Dok: SSR Maria Bunda Serui)
Pelatihan Kader Malaria di Kepulauan Yapen (Dok: SSR Maria Bunda Serui)

MALARIA PERDHAKI-JAKARTA. Pemerintah Kabupaten Yapen mendukung komitmen Malaria Perdhaki dalam upaya eliminasi malaria melalui program pelatihan kader malaria.

Program pelatihan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, PR Perdhaki, SR Primari, SSR Paroki Bunda Maria Serui dan SSR Trapesia Yapen. Kegiatan ini berlangsung pada 25 November-29 November 2025 bertempat di Hotel Maureen,Serui.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Franklin Mekari Numberi mengatakan, angka kasus malaria di Kepulauan Yapen masih tergolong tinggi.

“Pelatihan Juru Malaria Desa yang melibatkan Puskesmas, PR-SR-SSR Malaria Perdhaki ini penting untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat malaria,” ujar Franklin saat membuka Acara Pelatihan Kader Malaria pada Selasa (25/11).

Franklin yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kab Kepulauan Yapen, Karolis Tanawi melanjutkan, dari data yang ada, pada 2024 lalu jumlah kasus malaria di Kepulauan Yapen mencapai 389 kasus untuk setiap 1.000 penduduk.

Kehadiran para kader malaria diharapkan dapat mendukung upaya edukasi dan layanan Kesehatan terkait malaria di Kepulauan Yapen.

Sementara itu, Program Manager Sub-Sub Recipient Bunda Maria Serui (SSR BMS) Anthonius Kareba mengatakan, pelatihan kader malaria bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pemeriksaan awal, pemberian dan pengawasan minum obat kepada masyarakat.

Komitmen ini juga merupakan bentuk dukungan Malaria Perdhaki terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam mencegah dan mengendalikan malaria.

“Pelatihan kader juru malaria desa merupakan salah satu bentuk proses pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kader-kader malaria yang handal dan terlatih untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kampung-kampung bebas malaria,” ungkap Anthonius.

Dalam Program Pelatihan Kader Malaria ini, sebanyak 30 calon kader dan 2 tenaga pendamping kader ikut serta. Para kader ini terdiri dari 5 kader dari Puskesmas Serui Kota, 4 kader dari Puskesmas Kosiwo, 4 kader dari Puskesmas Warari, 4 kader dan 1 pendamping dari Puskesmas Ansus, 3 Kader dari Puskesmas Menawi, 4 kader dari Puskesmas Mumbeai dan 6 kader serta 1 pendamping dari Puskesmas Dawai.

“Selama kegiatan para peserta akan dibekali berbagai materi terkait pengetahuan teknis mengenai tatalaksana pemeriksaan dan pengobatan malaria, pengembangan diri serta pencatatan dan pelaporan yang baik dan benar,” pungkas Anthonius.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca