30 Kader JMD Baru Siap Percepat Eliminasi Malaria di Kota Jayapura

Kota Jayapura mencatatkan kasus malaria yang tinggi akibat tingginya mobilitas penduduk serta wilayahnya yang berbatasan langsung dengan daerah endemis seperti Kabupaten Jayapura dan Keerom. Keberhasilan upaya perlawanan terhadap malaria berada di tangan para kader malaria di tingkat desa.
Untuk mendukung target pemerintah untuk eliminasi malaria 2030, 30 kader Juru Malaria Desa (JMD) baru dilantik. Mereka mewakili 12 Puskesmas dari total 14 Puskesmas di Kota Jayapura. Pelatihan yang berlangsung pada 12-16 Oktober 2026 menambah jumlah kader aktif dari 184 menjadi 214 orang.

Terdapat tiga syarat utama agar suatu wilayah bisa mencapai status bebas malaria, yakni 1) tidak ada penularan setempat selama tiga tahun berturut-turut, 2) Angka Kesakitan Malaria di bawah 1 per 1.000 penduduk, dan 3) positivity rate kurang dari 5 persen.
Menjaga keberlanjutan kader di lapangan membutuhkan komitmen sejak awal guna mengantisipasi kejenuhan dan beban kerja yang berat.
Peran kader JMD sangat vital, mulai dari melakukan kunjungan rumah ke rumah, memeriksa darah, memberikan obat, mengawasi pengobatan, hingga mengedukasi kebersihan lingkungan.

Lewat strategi TOKEN (Temukan, Obati, dan Kendalikan), pemeriksaan kini menyasar seluruh penduduk, baik yang bergejala maupun tidak.
Pelatihan ulang dan pembaruan kader secara berkala sangat diperlukan mengingat tingginya angka pengunduran diri karena kader berpindah kerja, diangkat menjadi PNS, atau menikah.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh PR Perdhaki Malaria, SR 1 Keuskupan Jayapura, SSR YDH P J1, dan SSR YDH P J2 dengan dukungan dana dari Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM).
