Kunci Eliminasi Malaria di Papua Barat Daya: Pelatihan Kader dan Pendamping Kader Juru Malaria Desa (JMD) di Sorong

MALARIA PERDHAKI—SORONG. Kader Juru Malaria Desa (JMD) merupakan garda terdepan masyarakat dalam memberikan layanan kesehatan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengobati malaria. Berbekal ketulusan hati dan kerja keras, tumpuan harapan menuju Papua bebas malaria kini berada di tangan mereka.
Guna memperkuat peran tersebut, Malaria Perdhaki menggelar pelatihan bagi kader dan pendamping kader JMD di Rylich Panorama Hotel, Sorong, Papua Barat Daya, pada 8–12 September 2026. Sebanyak 30 kader dan 3 pendamping dari berbagai puskesmas berpartisipasi dalam kegiatan ini. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah tiga staf dinas kesehatan dari Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sorong, dan Kota Sorong.
Dalam pelatihan ini, para kader JMD dibekali pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab mereka. Materi yang diberikan mencakup pemetaan sederhana tempat perindukan nyamuk, seperti genangan dan wadah air di lingkungan desa, serta cara melakukan deteksi dini, pengobatan, hingga pemantauan konsumsi obat pasien sampai tuntas. Selain itu, kader juga dilatih mengelola pencatatan dan pelaporan kasus, logistik, serta keuangan. Sementara itu, para pendamping kader disiapkan agar mampu melakukan pengawasan dan verifikasi laporan secara efektif.
Tak hanya teknis kesehatan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai prinsip kesetaraan gender serta Pencegahan Eksploitasi, Kekerasan, dan Pelecehan Seksual (Preventing Sexual Exploitation, Abuse, and Harassment atau PSEAH) dalam pelaksanaan program di lapangan.

Pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi peran, praktik penggunaan tes diagnostik cepat, hingga praktik lapangan berupa kunjungan rumah ke rumah untuk penemuan kasus secara langsung.
“Kami sangat berharap kehadiran para kader dapat membantu penanggulangan malaria, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Bapak dan Ibu sekalian memiliki peran sentral karena hidup dan tinggal langsung di tengah-tengah masyarakat,” ujar Bapak Chrestofol Untajana, SKM. M.Kes., selaku Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Papua Barat Daya, dalam sambutannya.
Bapak Chrestofol menegaskan pentingnya deteksi kasus secara cepat, tepat, dan benar tanpa harus menunggu timbulnya gejala. Sebagai contoh, pendatang yang baru tiba di desa harus segera diperiksa. Ia juga mengingatkan agar pengobatan diberikan sesuai anjuran dan kader aktif memastikan pasien meminum obat hingga tuntas.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh Malaria Perdhaki dengan dukungan pendanaan dari Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (Global Fund).
