Lompat ke konten utama

Program Malaria Perdhaki

Strategi Kreatif Kader Malaria di Kampung Dondai Manfaatkan Demam Piala Dunia

MALARIA PERDHAKI-SENTANI. Matahari belum lagi terbit ketika Blandina Daimoi, seorang kader malaria dari Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, terbangun dari tidurnya. Hari ini Blandina bergerak lebih awal daripada hari-hari biasa. Dia tidak pergi ke puskesmas atau posyandu, tetapi kali ini menuju lokasi nonton bareng Piala Dunia di salah satu sudut di kampungnya.

Setibanya di lokasi nobar, Blandina disambut dengan suara riuh-rendah para penonton sepakbola yang mayoritas adalah laki-laki. Setibanya di sana, Blandina segera menyiapkan peralatan Rapid Diagnostic Test (RDT). Niatnya datang memang bukan untuk mendukung tim sepakbola favoritnya, tetapi untuk berburu kasus malaria di tengah euforia pesta sepakbola yang digelar empat tahunan ini.

Blandina memanfatkan Piala Dunia 2026 yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat secara kreatif. Melihat antusiasme warga setiap subuh dan malam hari, Blandina menginisiasi layanan pemeriksaan malaria di lokasi nobar tersebut.

Tanpa pikir panjang, Blandina menyulap lokasi nobar menjadi pos pemeriksaan darurat. Dengan pendekatan yang persuasif dan santai, Blandina berhasil mengajak mereka yang awalnya enggan untuk mengikuti pemeriksaan. Bahkan, jumlah orang yang diperiksa pun jauh lebih banyak dibandingkan rata-rata harian pada hari biasa.

Apalagi, aksi ini berhasil menyasar kelompok yang selama ini paling sulit dijangkau, yaitu para bapak dan pemuda yang biasanya sibuk bekerja di siang hari. Dengan strategi yang kreatif ini, mereka merasa terbantu karena tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus atau mengeluarkan biaya transportasi untuk pergi ke fasilitas kesehatan formal.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang kreatif dalam memanfaatkan momen-momen seperti ini dapat menjadi solusi. Dengan semakin banyaknya warga yang secara sukarela bersedia diperiksa, potensi kasus tersembunyi dapat dideteksi lebih cepat. Ketika kasus dapat ditemukan secara dini berarti pengobatan dapat segera diberikan sesegara mungkin. Dengan demikian, risiko penularan lokal di Kampung Dondai dapat ditekan secara maksimal. Langkah dari Blandina merupakan suatu praktik baik yang layak ditiru oleh para kader malaria lainnya di Papua.  

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca