Skip to main content

Program Malaria Perdhaki

Belajar dari Keberhasilan Desa Bila Cenge dalam Eliminasi Malaria

MALARIA PERDHAKI-TAMBOLAKA. Keberhasilan dicatatkan oleh Desa Bila Cenge yang berhasil mencetak 0 kasus positif malaria lokal pada bulan Mei lalu dan hanya menemukan 1 kasus impor pada bulan Juni. Capaian ini tidak lepas dari peran Petrus Pati Dari, Kepala Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Petrus menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Malaria Perdhaki atas kesetiaan dan konsistensinya mendampingi Desa Bila Cenge dalam upaya penanggulangan malaria. Petrus bersyukur, berkat sinergi yang kuat, Desa Bila Cenge berhasil mencatatkan tren positif tersebut.

Petrus masih ingat momen ketika mengumpulkan aparat desa dan warga untuk membentuk Tim Kerja Eliminasi Malaria. Lalu langkah ini kemudian diperkuat dengan penyusunan draf Peraturan Desa mengenai Eliminasi Malaria, hingga puncaknya pada April 2025, Desa Bila Cenge resmi melangsungkan Deklarasi Menuju Desa Bebas Malaria.

Komitmen ini lalu didukung penuh oleh aspek pendanaan dan penguatan kelembagaan. Pada tahun 2025, Petrus mengintegrasikan anggaran desa untuk sektor kesehatan guna mencukupi kebutuhan penanggulangan malaria. Memasuki tahun 2026, meski terjadi efisiensi anggaran yang membuat alokasi dana kesehatan menurun drastis, Desa Bila Cenge tetap memprioritaskan anggaran tersebut sebagai bukti nyata konsistensi komitmen pemerintah desa.

Di bawah arahan Petrus, Tim Kerja Eliminasi Malaria langsung tancap gas di lapangan. Tim secara rutin menggerakkan kegiatan “Jumat Bersih”, sebuah aksi pembersihan lingkungan secara massal yang kini menjadi program wajib desa. Selain itu, monitoring dan pengawasan berkala ke rumah-rumah warga terus dilakukan untuk memastikan kelambu digunakan secara efektif.

Warga juga diajak untuk memanfaatkan alam dengan menanam serai wangi di pekarangan rumah sebagai pengusir nyamuk alami. Langkah fisik ini diimbangi dengan edukasi pencegahan malaria yang berkelanjutan, yang selalu disisipkan dalam setiap forum atau pertemuan di tingkat desa.

Petrus percaya bahwa pencapaian sejauh ini merupakan buah dari konsistensi dan komitmen kolektif. Meski demikian, ia menyadari perjuangan belum usai karena Desa Bila Cenge masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk menjaga stabilitas ini agar tidak ada lagi lonjakan kasus di masa mendatang.

Sebagai penutup, Petrus menegaskan bahwa seluruh kepala desa harus berperan aktif dalam penanggulangan malaria, serta berani mengambil langkah nyata untuk mendeklarasikan wilayah mereka sebagai desa bebas malaria. Langkah konkret ini diyakini mampu menularkan semangat positif kepada warga setempat.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca