Usai Pelatihan Tokoh Kunci, Kepala Kampung Arbais Siap Wujudkan Kampung Bebas Malaria

MALARIA PERDHAKI–JAYAPURA. Program Malaria Perdhaki Wilayah Keuskupan Jayapura 1 dan 2 menggelar Pelatihan Strategi Komunikasi dan Penggerakan Masyarakat bagi 24 tokoh kunci di tingkat kampung. Setelah mengikuti pelatihan intensif pada 17–19 Juni 2026, para peserta menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi malaria di wilayah masing-masing.
Salah satu peserta, Kepala Kampung Arbais dari Kabupaten Sarmi, Yeremias Yehezkiel Orowai, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan suntikan semangat baru bagi para aparatur kampung. Menurutnya, eliminasi malaria membutuhkan konsistensi dan sinergi dari semua pihak agar gerakan yang telah dibangun tidak berhenti di tengah jalan.
“Api jangan padam. Kalau bisa, api ini menjadi gerakan percepatan eliminasi malaria. Saya berharap semangat yang dibangun melalui pelatihan ini terus menyala dan program penanggulangan malaria dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Yeremias optimis.
Yeremias tidak menampik bahwa pelaksanaan program malaria di Kampung Arbais masih menghadapi tantangan berat. Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi hambatan utama dalam optimalisasi pelayanan kesehatan sehingga kasus malaria hingga kini masih ditemukan di wilayahnya.
“Daerah saya sangat susah dijangkau. Sampai saat ini, masyarakat kami masih ada yang sakit malaria. Ini tantangan besar bagi kami untuk terus bekerja keras mencari solusi agar pelayanan dan upaya pencegahan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, Yeremias menaruh harapan besar pada program yang diinisiasi oleh Malaria Perdhaki. Ia yakin pelatihan tersebut mampu melahirkan program inovatif yang menjawab langsung kebutuhan riil kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kami membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak agar manfaat dari eliminasi malaria ini benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Yeremias menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti seluruh rencana aksi yang telah disusun selama pelatihan. Ia bertekad mengoptimalkan wewenangnya sebagai kepala kampung demi menekan angka kesakitan malaria.
“Saya akan menjalankan semua rencana tindak lanjut demi kesehatan masyarakat semaksimal mungkin di kampung saya. Apa yang kami pelajari di sini akan diterapkan agar masyarakat semakin sadar, terlibat aktif, dan bersama-sama mewujudkan kampung yang bebas malaria,” tegas Yeremias.
Pelatihan yang menyasar para tokoh kunci ini bertujuan utama meningkatkan kapasitas pemimpin lokal dalam hal advokasi, penggerakan masyarakat, hingga mendorong dukungan anggaran dana kampung. Melalui langkah ini, 24 aparat kampung yang terlibat diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan tanah Papua yang bebas dari malaria