Program Malaria Perdhaki

Sinergi Pemerintah Distrik Depapre dan Kader dalam Percepatan Eliminasi Malaria

MALARIA PERDHAKI-JAYAPURA. Distrik Depapre dikenal sebagai pesisir Kabupaten Jayapura dengan potensi wisata yang menjanjikan. Namun di balik keindahannya, Depapre menghadapi tantangan besar berupa tingginya risiko penularan malaria akibat mobilitas penduduk yang dinamis. Menyadari hal tersebut, sebuah langkah strategis dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi kader malaria yang diselenggarakan oleh SSR YAPUKEPA 2, berlangsung pada 23 April 2026 di Aula Distrik Depapre sebagai upaya nyata mempercepat eliminasi malaria.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Distrik Depapre, Alfa Tamaela, menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam dan rasa bangganya saat melihat bahwa garda terdepan kesehatan di wilayahnya didominasi oleh sosok mama-mama yang tangguh. Beliau sangat terkesan karena di tengah kesibukan mengurus rumah tangga, para mama masih mampu mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menjaga kesehatan masyarakat di kampung-kampung wilayah Distrik Depapre dan Yokari. Kehadiran para kader ini, yang didukung penuh oleh Malaria Perdhaki dan Dinas Kesehatan, merupakan aset berharga yang memberikan harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Papua.

Ke depan, para kader diharapkan terus menjunjung tinggi integritas dengan menyampaikan laporan yang jujur dan sesuai kondisi lapangan karena data tersebut akan menjadi dasar krusial dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah. Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak distrik juga akan mengarahkan para kepala kampung untuk lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan primer. Meskipun saat ini tengah terjadi penyesuaian anggaran, semangat para kader diharapkan tidak pernah pudar karena pekerjaan ini adalah bentuk pengabdian mulia yang dilakukan dengan hati demi keselamatan keluarga dan tetangga di kampung sendiri.

Jika kader menghadapi penolakan emosional dari warga pada saat melakukan tugas, pendekatan haruslah tetap bersifat persuasif dan humanis dengan melibatkan kepala kampung sebagai jembatan komunikasi. Jika masyarakat masih belum bersedia, para kader malaria tidak perlu memaksa. Dengan tetap menjaga hubungan baik, masih ada kemungkinan di kemudian hari para kader dapat melakukan edukasi kepada para warga tersebut.

Pada akhirnya, para kader harus memiliki rasa bangga terhadap peran mereka karena setiap langkah berarti perjuangan bermakna menuju visi besar, yaitu mewujudkan kampung bebas malaria demi masa depan generasi yang lebih sehat dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca