Malaria Perdhaki Perkuat Advokasi Integrasi Kader ATM

MALARIA PERDHAKI–JAKARTA. Malaria Perdhaki mendorong penguatan Program Integrasi AIDS, Tuberkolosis dan Malaria (ATM) melalui Pertemuan Keberlanjutan Kader Perkasa yang digelar di Merauke, Nabire dan Jayapura sebagai upaya advokasi program.
Staff Konsultan Kader Integrasi HIV, TB dan Malaria, Rivaldi menjelaskan, program ini berperan penting dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas melalui peningkatan kapasitas dan keterlibatan kader di tingkat masyarakat.
“Selama masa implementasi, Kader Perkasa telah berkontribusi dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, memperkuat peran masyarakat, serta mendukung pelaksanaan layanan kesehatan primer di wilayah dampingan,” ujar Rivaldi, Kamis (12/2).
Rivaldi melanjutkan, para kader tidak hanya menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan, tetapi juga berperan aktif dalam menyebarkan informasi dan edukasi kesehatan, mempercepat temuan kasus, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.
Namun, demi memastikan keberlanjutan program ke depannya, dibutuhkan dukungan pendanaan. Tanpa strategi yang terencana dan advokasi yang tepat, terdapat risiko terhentinya peran kader, hilangnya praktik baik yang telah dibangun, serta tidak terintegrasinya capaian program ke dalam sistem layanan kesehatan daerah
Rivaldi menambahkan, menjawab tantangan tersebut, telah dan akan dilaksanakan kegiatan Pertemuan Strategi Keberlanjutan Program Kader Perkasa sebagai forum strategis lintas sektor.
“Pertemuan ini bertujuan sebagai advokasi, meninjau capaian program, mendokumentasikan pembelajaran, serta membangun komitmen bersama untuk menjamin keberlanjutan dan peluang replikasi Program Kader Perkasa pasca dukungan The COVID-19 Response Mechanism (C19RM),” terang Rivaldi.
Kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain mendukung transisi dan keberlanjutan program melalui penguatan komitmen, kebijakan, dan dukungan pendanaan daerah.
Selain itu, forum ini juga akan meninjau praktik baik yang telah berjalan, mengidentifikasi peluang integrasi Program Kader Perkasa ke dalam skema Integrasi Layanan Primer (ILP), serta menggali potensi dukungan pendanaan dari APBD, Dana Desa, dan sumber lokal lainnya.
Dari pertemuan ini diharapkan lahir beberapa keluaran penting, di antaranya dokumen ringkasan capaian dan pembelajaran Program Kader Perkasa, kesepahaman para pemangku kepentingan terkait strategi keberlanjutan, serta rekomendasi integrasi program ke dalam kebijakan dan sistem layanan kesehatan daerah.
Selain itu, akan disusun identifikasi sumber pendanaan lokal dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disepakati bersama sebagai panduan implementasi pasca berakhirnya dukungan C19RM.
Melalui langkah strategis ini, Program Kader Perkasa diharapkan tidak hanya berhenti sebagai program berbasis proyek, tetapi dapat menjadi bagian berkelanjutan dari sistem kesehatan daerah yang memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan komunitasnya.