Kader Perkasa, Upaya Malaria Perdhaki Dorong Integrasi Program ATM

MALARIA PERDHAKI-JAKARTA. Malaria Perdhaki terus menguatkan peran dan kinerja Kader Perkasa (Perkuat Kader Satu) sejak diinisiasi pada akhir Juli lalu di tiga wilayah yakni Merauke, Nabire dan Jayapura.
Kehadiran Kader Perkasa menjadi sebuah upaya memperkuat peran kader untuk dapat menyediakan edukasi dan dukungan Kesehatan terintegrasi meliputi tiga penyakit yakni malaria, HIV dan TB.
Komitmen Malaria Perdhaki dalam mendorong integrasi program AIDS, TB dan Malaria (ATM) ini sejalan dengan semangat yang diusung Global Fund dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) The Global Fund’s Eight Replenishment Summit yang berlangsung pada Jumat (21/11) di Johannesburg, Afrika Selatan.
KTT ini menandai momen penting untuk mempercepat upaya mengakhiri AIDS, TB, dan malaria, memperkuat sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan, serta membangun masa depan yang lebih sehat dan aman bagi semua.
Direktur Eksekutif Global Fund, Peter Sands mengungkapkan, lebih dari 20 tahun yang lalu, kemitraan Global Fund dibentuk untuk mengisi kesenjangan besar yang ada dalam sistem Kesehatan.
“Dengan menggabungkan kekuatan pemerintah, semangat komunitas, jangkauan masyarakat sipil, dan pragmatisme sektor swasta, kemitraan publik dan swasta yang unik ini telah terbukti sangat berhasil (dalam) menyelamatkan 70 juta jiwa dan menurunkan angka gabungan kematian akibat AIDS, tuberkulosis dan malaria sebesar 63%,” ungkap Peter dalam tulisannya yang dimuat di Forbes, dikutip Jumat (21/11).
Asal tahu saja, Program Kader Perkasa yang saat ini masih dalam tahapan proyek percontohan di tiga wilayah telah melibatkan sebanyak lebih dari 90 kader.
Staff Konsultan Kader Integrasi HIV, TB dan Malaria, Rivaldi mengungkapkan, dalam pelaksanaan empat bulan terakhir, Kader Perkasa menunjukkan sejumlah capaian positif.
“Merujuk pada data yang ada, terjadi peningkatan kunjungan rumah dan rujukan ke layanan Kesehatan. Ini merupakan sebuah langkah yang positif terlebih mengingat program ini baru diinisiasi,” ujar Rivaldi.
Sebagai gambaran, di Jayapura, jumlah kunjungan rumah oleh para kader per Oktober mencapai 1.549 kunjungan, meningkat dari September yang sebesar 1.335 kunjungan.
Sementara itu, wilayah Nabire per Oktober telah mencapai 1.547 kunjungan rumah, meningkat signifikan dibandingkan September yang mencapai 622 rumah.
Adapun, untuk wilayah Merauke, jumlah kunjungan rumah berhasil dijaga pada level yang positif yakni 613 kunjungan rumah pada Oktober lalu. Raihan ini melanjutkan capaian periode September yang mencapai 667 kunjungan.
Selain kunjungan rumah, Program Kader Perkasa juga turut mendorong rujukan masyarakat ke fasilitas layanan Kesehatan (Puskesmas). Dari ketiga wilayah percontohan, total rujukan untuk TB mencapai 108, HIV sebanyak 163 dan HIV-TB sebanyak 21 rujukan.