MALARIA PERDHAKI, Jayapura – Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia atau (Perdhaki) melalui sub-sub Recipient (SSR) Dekenat Kabupaten Keerom, Papua, menggelar pelatihan kader Juru Malaria Desa (JMD).
Program Manager SR Perdhaki Wilayah Keuskupan Jayapura I, Irma Plautilda K. Reyaan, mengatakan adanya penambahan kader Malaria. Perdhaki ingin melihat dampak positif dan kontribusi nyata dalam proses eliminasi Malaria di Kabupaten Keerom.
“Kami terlibat karena melihat dampak besar yang ditimbulkan oleh Malaria di Kabupaten Keerom. Kami merasa perlu memberikan kontribusi nyata [kepada masyarakat] melalui dukungan dalam penyediaan sumber daya manusia melalui pelatihan kader, serta memastikan program eliminasi ini berkelanjutan,” ujar Irma kepada Jubi di Kabupaten Keerom, Papua, pada Sabtu, 05 Oktober 2024, malam.

Pelatihan tersebut digelar pada Senin, 01 Oktober 2024, hingga Jumat, 05 Oktober 2024. Dilatih sebanyak 25 kader Malaria. Para kader tersebut akan tersebar di lima puskesmas, yakni Puskesmas Senggi, Ywan, Arso Kota, Arso Barat, dan Puskesmas Arso 3. Masing-masing puskesmas dibagi 1, 2, dan 3 kader Malaria sesuai kebutuhan di kampung.
Irma mengatakan bahwa kader tersebut menjadi ujung tombak program yang akan melakukan pemeriksaan dan pengobatan Malaria secara langsung di masyarakat, serta terus memberikan edukasi mengenai pencegahan Malaria. “Hal itu merupakan bagian dari peran serta karya Gereja Katolik melalui bidang kesehatan, khususnya Malaria,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi dalam menjalankan program Malaria di Kabupaten Keerom adalah ketersediaan logistik, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
“Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan Malaria masih perlu ditingkatkan. Namun, dengan dukungan semua pihak dan komitmen yang kuat, kami yakin tantangan ini bisa diatasi,” katanya.
Pelaksana Tugas atau Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Bernadette Ekasoeci, mengatakan pada pelatihan tersebut, para kader dibimbing untuk meningkatkan pemeriksaan Malaria dan menindaklanjutinya dengan pelaksanaan di lapangan.
“Kader Malaria ini, selain melakukan pemeriksaan, juga dapat memberikan terapi pengobatan. Dengan demikian, pemeriksaan Malaria dapat terus dilakukan secara konsisten,” katanya.
Ia menambahkan, dengan adanya penambahan kader Malaria yang baru dilatih, diharapkan pada tahun 2025 angka Malaria di Kabupaten Keerom dapat menurun sehingga tahapan eliminasi Malaria bisa tercapai.
Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom sendiri berkomitmen menyediakan logistik Malaria dan berkolaborasi dengan Perdhaki yang konsisten memerangi Malaria.
“Logistik Malaria menjadi perhatian penting bagi kami, terutama agar tidak terjadi kekosongan obat Malaria. Obat ini kami dapatkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, karena kami tidak dapat menyediakannya sendiri,” ujarnya.
Berita ini sudah publish di media Jubi Papua. Link: https://jubi.id/penkes/2024/perdhaki-keuskupan-jayapura-i-konsisten-dukung-percepatan-eliminasi-malaria-di-keerom-papua/