Program Malaria Perdhaki

MALARIA PERDHAKI, Jayapura – Kepala Sub Regional Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia atau Perdhaki Keuskupan Wilayah I Jayapura, Hardus Desa mengaku bangga melihat kekompakan kader malaria yang berasal dari berbagai agama dan suku di Papua dalam memerangi malaria. Hal positif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dan patut diapresiasi. Ia mencontohkan, gerakan kader malaria ini bersumber dari Gereja Katolik, namun semua bersatu padu dalam semangat kesatuan kader di Papua, dan ini yang membuat Papua berbeda dengan daerah lain.

Para kader malaria tampak bersiap mengikuti Jambore Malaria di Kabupaten Sarmi | Foto: Tribun Papua News

“Ini tidak memilih melayani hanya di daerah Katolik, kami tidak hanya memilih orang-orang Katolik saja, tapi Islam dan Kristen dari berbagai macam gereja mau bersatu, kita melawan malaria,” kata Hardus kepada Tribun-Papua.com, Senin, 06 November 2023. Siapa pun dia, kata Hardus lagi, jika dirinya terpanggil untuk melayani, maka Perdhaki sangat membuka peluang itu. Upaya ini untuk menuju eliminasi malaria.

“Yang mau merasa terpanggil untuk menangani malaria, mari kita sama-sama bergandengan menyelamatkan masyarakat. Tidak ada diskriminasi, tidak ada perbedaan, tapi sungguh-sungguh kami mau kita bergandengan tangan melawan malaria,” ajak Hardus. Kekompakan kader malaria dari berbagai agama di Papua membuktikan kesatuan dan persatuan di Bumi Cenderawasih ini menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. “Soal kebersamaan ini juga tercantum di dalam Perdhaki, dan hari ini dari Papua tunjukkan persatuan dalam keberagaman untuk Indonesia,” jelas Hardus.

“Apa yang khas dari Papua adalah bahwa masalah kita masalah bersama, dan masalah kita harus mempersatukan kita, tidak boleh ada saling curiga di antara kita,” timpalnya. Hardus juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang mendukung Perdhaki dalam pemberantasan malaria melalui para kader yang ada. “Pemerintah daerah juga amat sangat terbuka dan sangat memfasilitasi. Sungguh kita harus mewartakan kepada Indonesia bahwa dari Papua untuk Indonesia,” seru Hardus.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Papua Jadi Contoh Pluralisme Dalam Perangi Malaria, Perdhaki Keuskupan: Patut Diapresiasi, https://papua.tribunnews.com/2023/11/06/papua-jadi-contoh-pluralisme-dalam-perangi-malaria-perdhaki-keuskupan-patut-diapresiasi.
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Lidya Salmah

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca