Program Malaria Perdhaki

MALARIA PERDHAKI, Jayapura – Sebanyak 45 orang mengikuti pelatihan kader dan pendamping kader juru malaria desa Kabupaten Jayapura yang diselenggarakan oleh Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Region Papua SR PWK Jayapura 1 pada Selasa, 20 September 2022, di Hotel Horex Sentani. Kepala SR PWK Jayapura 1, Erhadus Desa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 45 orang yang berasal dari 22 kampung dan 4 puskesmas untuk dilatih menjadi kader malaria. “Dilatih selain menjalankan pekerjaan untuk pengobatan, tetapi juga pencegahan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bersih, lingkungan yang bersih sehingga dengan demikian tercipta lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya.

Pengurus Perdhaki Regio Papua SR PWK Jayapura 1 dan Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura bersama para peserta kegiatan usai acara pembukaan | Foto: Berita Papua

Erhadus Desa juga menambahkan bahwa program ini merupakan suatu bentuk kepedulian dari Gereja Katolik yang bekerja sama dengan pihak pemerintah dan pihak lain untuk berpartisipasi dalam menangani pembasmian malaria di tengah-tengah masyarakat. “Kami mempunyai keterbatasan banyak, karena itu memang senang bisa bekerja sama dari apa yang kami punya sedikit dan terbatas, bisa berkolaborasi dengan pihak pemerintah, dan kami juga dibantu oleh Global Fund dalam menjalankan pelatihan kegiatan ini,” ungkapnya. Selain itu, Kepala SR PWK Jayapura 1 tersebut mengharapkan dengan adanya kerja sama dengan berbagai pihak, kegiatan pembasmian malaria di kampung-kampung dapat berjalan dengan baik dan lancar serta memperoleh keberhasilan sesuai dengan tujuan program.

“Kami berharap dalam suatu waktu akan ada suatu perubahan transformasi dalam masyarakat sendiri, perubahan perilaku, tingkah laku menghargai kebersihan, menjaga lingkungan yang bersih sehingga dengan demikian bebas dari malaria,” ucap Erhadus Desa. Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Pungut Sunarto, mengatakan bahwa pelatihan kader malaria sudah sesuai dengan harapan Permenkes No. 41 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Deteksi Dini dan Pemberian Obat Anti Malaria oleh Kader Malaria pada Daerah dengan Situasi Khusus. “Di sana ada kewenangan tentang tata laksana penemuan dan pengobatan malaria oleh kader, jadi secara payung hukum boleh dilakukan,” ungkapnya.

Pungut Sunarto juga menambahkan bahwa sesuai dengan Peraturan Bupati Kabupaten Jayapura Nomor 44 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemulihan Malaria Menuju Eliminasi Tahun 2030, salah satu poinnya meminta agar di setiap desa atau kampung ada kader malaria. “Kita juga dibantu oleh Perdhaki sebanyak 45 kader dari 22 kampung yang ada di Distrik Sentani Timur, Nimborang, Kemtuk, dan Distrik Depapre,” ujarnya. Ia mengharapkan agar masyarakat bisa berpartisipasi untuk sosialisasi dan mencari kasus malaria yang masih ada di kampung-kampung untuk dilakukan pengobatan yang berkoordinasi dengan puskesmas setempat.

Berita ini sebelumnya sudah dipublish di Berita Papua. Link: https://www.beritapapua.co/kesehatan/2021/09/45-kader-malaria-di-jayapura-dilatih-jalankan-pekerjaan-pengobatan-sosialisasi-dan-edukasi/

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca