Program Malaria Perdhaki

Malaria Perdhaki Dukung Komitmen Eliminasi Malaria di Papua Barat

Kader Malaria Kampung Menarbu, Oktovina Rahametan
Kader Malaria Kampung Menarbu, Oktovina Rahametan

MALARIA PERDHAKI-JAKARTA. Malaria Perdhaki berkomitmen mendukung upaya eliminasi malaria di Papua Barat melalui peningkatan pemeriksaan dan kunjungan oleh para kader.

Ketua Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan RI, Fadjar SM Silalahi mengatakan, pengelolaan lingkungan menjadi salah satu tantangan utama dalam eliminasi malaria di wilayah Papua termasuk di Provinsi Papua Barat.

“Selain melalui pengobatan dan penemuan kasus, intervensi pada tempat perindukan nyamuk disekitar wilayah tempat tinggal penduduk harus dilakukan beriringan,” ujar Pak Fadjar dalam Rapat Kordinasi Percepatan Eliminasi Malaria di Papua Barat yang digelar virtual pada Senin (26/1).

Pak Fadjar menambahkan, upaya pengendalian vektor dalam eliminasi malaria tidak hanya mengandalkan intervensi disektor kesehatan tapi juga melalui pengelolaan lingkungan.

Selain itu, dibutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai hingga dukungan dan keterlibatan masyarakat serta pemerintah kampung.

Dalam kesempatan terpisah, Program Manager SR Yayasan Tifa Mandiri (Yatima), Riska Rosy Pratiwi mengungkapkan, upaya dukungan terus dilakukan melalui peningkatan jumlah pemeriksaan serta kegiatan diskusi kampung.

“Melalui dukungan para kader, upaya pemeriksaan dan intervensi perindukan nyamuk terus dilakukan. Selain itu, melalui metode Diskusi Kampung kita mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif untuk memahami lebih jauh soal malaria. Di saat bersamaan, kolaborasi dengan pemerintah kampung terus kita lakukan,” jelas Riska.

Riska melanjutkan, angka pemeriksaan dari SSR PTPS di Kabupaten Manokwari per 2025 mencapai 116.912 ribu pemeriksaan dan SSR Perdu di Kabupaten Manokwari Selatan mencapai 45.703 pemeriksaan.

Leave a Reply

en_USEnglish

Discover more from Program Malaria Perdhaki

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading