Program Malaria Perdhaki

Bukan Sekadar Seremoni, Kampung Nawaripi Resmi Deklarasikan Komitmen Bebas Malaria 2030

MALARIA PERDHAKI-MIMIKA. Kampung Nawaripi yang terletak di Distrik Wania, Kabupaten Mimika, melaksanakan penandatanganan deklarasi bebas malaria 2030 pada 21 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi suatu momentum krusial yang menandai babak baru dalam upaya pemberantasan penyakit menular di tingkat lokal.

Deklarasi di Kampung Nawaripi ini bukan sekadar seremoni, melainkan merupakan tonggak sejarah dan panggilan moral untuk menyatukan komitmen dari seluruh pihak, sekaligus menjadi fondasi utama bagi percepatan eliminasi malaria di wilayah ini.

Melalui momentum ini, SSR Paroki St. Stefannus Sempan bersama tokoh masyarakat berkomitmen secara penuh untuk mewujudkan Kampung Nawaripi bebas malaria tahun 2030. Guna mencapai target besar tersebut, fokus utama penanganan kini langsung diarahkan pada aksi nyata berupa perbaikan sanitasi lingkungan dan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat Kampung Nawaripi.

Warga diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar rumah, termasuk rutin membersihkan rumput di bahu jalan serta meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Masyarakat juga diminta secara tegas untuk tidak lagi membuang sampah ke saluran drainase. Pasalnya kebiasaan buruk tersebut dapat memicu genangan air yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk anopheles.

Salah satu perwakilan  menegaskan bahwa genangan air akibat saluran drainase yang tersumbat dapat dicegah secara bersama-sama, karena dari situlah mata rantai penularan malaria dimulai. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran dan kerja sama semua orang.

Sebagai langkah konkret pasca-deklarasi, sejumlah program kerja langsung dicanangkan demi menjaga semangat pergerakan ini. Salah satunya adalah pembagian dan penyebaran bubuk abate di titik-titik genangan air. Kunjungan rumah untuk mengedukasi masayarakat mengenai pencegahan malaria juga akan dilaksanakan.

Pemerintah dan tokoh masyarakat juga berkomitmen dalam upaya perbaikan infrastruktur drainase. Kedua belah pihak akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk mengkaji perbaikan infrastruktur drainase, apakah bisa dilakukan penangan secara swadaya atau memerlukan intervensi langsung dari Pemerintah Distrik dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Guna menjaga keberlanjutan gerakan ini, program “Jumat Bersih” (Clean Friday) dipastikan akan terus berjalan aktif secara rutin di Kampung Nawaripi sebagai pilar utama dalam menyukseskan target bebas malaria 2030. Kegiatan gotong-royong mingguan yang diinisiasi langsung oleh Pemerintah Distrik Wania merupakan  gerakan strategis untuk memobilisasi seluruh lapisan masyarakat agar bergerak bersama membersihkan lingkungan secara serentak.

Dengan adanya deklarasi resmi, eksekusi program kerja nyata di lapangan, hingga komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, Kampung Nawaripi kini berada di jalur yang tepat menuju perubahan. Segala ikhtiar dan langkah taktis telah mulai digulirkan. Di tengah tantangan yang ada, terselip keyakinan besar bahwa usaha yang sungguh-sungguh tidak akan pernah mengkhianati hasil. Sukses selalu untuk Kampung Nawaripi, sukses bagi target eliminasi malaria 2030 di tanah Mimika!

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca