Masyarakat Iwaka Satukan Komitmen Wujudkan Kampung Bebas Malaria

MALARIA PERDHAKI–MIMIKA. Masyarakat Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengambil langkah berani untuk menghentikan penyebaran malaria secara total. Melalui deklarasi “Menuju Kampung Bebas Malaria” yang berlangsung pada 6 Mei 2026, warga Iwaka menyatakan komitmen penuh untuk memutus mata rantai penularan di wilayah mereka.
Malaria Perdhaki melalui SSR ST Petrus SP3 menginisiasi kegiatan tersebut yang dilaksanakan di balai kampung. Hadir dalam acara tersebut aparat kampung, petugas Puskesmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Relawan Eliminasi Malaria. Kehadiran seluruh elemen ini menandai dimulainya gerakan konkret untuk membenahi lingkungan keluarga yang selama ini masih menghadapi tantangan penularan malaria yang cukup tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, para petugas kesehatan memberikan edukasi langsung mengenai bahaya malaria yang bersifat fatal. Mereka meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal seperti menggigil dan demam agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis.
PM SSR SP3, Yanti, menegaskan bahwa malaria merupakan penyakit menular yang tidak boleh disepelakan. Ia menjelaskan bahwa keberadaan satu kasus positif di dalam rumah meningkatkan kerentanan seluruh anggota keluarga terhadap risiko penularan malaria. Dengan demikian, penggunaan kelambu dan menjaga kebersihan lingkungan kini menjadi kewajiban yang tidak bisa diabaikan lagi. Yanti juga mendorong pemerintah kampung agar memperbanyak program-program eliminasi malaria yang menyentuh langsung aktivitas warga sehari-hari.
Salah satu inovasi menarik dalam Rencana Tindak Lanjut kali ini adalah gerakan pengendalian vektor melalui penanaman sereh merah secara massal. Warga menjadwalkan aksi menanam ini pada minggu ketiga Mei 2026 sebagai cara alami, murah, dan praktis untuk mengusir nyamuk Anopheles dari pemukiman warga.
Langkah ini membuktikan bahwa masyarakat Iwaka mampu melakukan aksi nyata secara mandiri mulai dari halaman rumah sendiri tanpa harus selalu bergantung pada intervensi kimiawi. Selain itu, setiap Ketua RT bertanggung jawab mengerakkan gotong-royong pembersihan lingkungan secara rutin setiap bulan. Hal ini dilakukan untuk memastikan nyamuk tidak lagi memiliki tempat yang nyaman untuk berkembang biak.
Kepala Kampung Iwaka, Elesius Awiyuta, memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan ini meskipun kini pihaknya tengah menghadapi kendala administratif terkait SK aparat kampung. Ia menginstruksikan warga untuk menumbuhkan kesadaran mandiri dalam menjaga kebersihan lingkungan di tingkat rumah dan RT tanpa harus menunggu komando.
Elesius menjamin bahwa aparat kampung dan Relawan Eliminasi Malaria akan terus memastikan setiap poin kesepakatan dilaksanakan dengan bertanggung jawab. Dengan semangat kolaborasi yang kuat ini, Kampung Iwaka optimis dapat menekan angka kasus malaria secara signifikan dan menjadi contoh inspiratif bagi kampung-kampung lain di wilayah Mimika.