Program Malaria Perdhaki

Sarmi Bergerak Cepat: Komitmen Lintas Sektor untuk Realisasikan Sarmi Segera Bebas Malaria

Pemerintah Kabupaten Sarmi membuktikan keseriusan dan komitmen kuat untuk segera mengeliminasi malaria. Pada 6 Mei 2026, para pemangku kepentingan menggelar pertemuan strategis di Ruang Kerja Bupati Sarmi guna merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengakselerasi eliminasi malaria di Tanah Papua.

Bupati Sarmi, Bapak Dominggus Catue, memimpin langsung pertemuan ini dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Andris Maniagasi, Sekretaris Dinkes, Miler Bane, serta Pj Malaria Dinkes, Suhaidi. Perwakilan Malaria Perdhaki, yakni SSR St. Antonius Sarmi 2 dan St. Antonius Sarmi 3, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Bupati Dominggus Catue menegaskan bahwa perjuangan melawan malaria menuntut dukungan dari semua pihak. Sebagai langkah nyata, pertemuan tersebut menghasilkan poin krusial berupa dukungan finansial bagi para garda terdepan eliminasi malaria.

Bupati berkomitmen segera memanggil Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) untuk meninjau Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK). Bupati ingin memastikan dana desa serta dana Otonomi Khusus dapat membiayai operasional para kader malaria.

Langkah penting lainnya adalah Pemerintah Kabupaten Sarmi akan menghidupkan kembali Malaria Center. Wadah ini akan menjalankan peran sebagai pusat informasi, komunikasi, dan koordinasi lintas sektoral. Kehadiran Malaria Center memungkinkan Pemerintah Kabupaten memantau setiap kegiatan tim sekaligus memangkas berbagai hambatan birokrasi.

Dalam usaha deteksi dini, Pemerintah Kabupaten Sarmi telah mematok target pemeriksaan sebanyak 250.000 pemeriksaan per tahun. Pemerintah Kabupaten akan memberlakukan penggunaan Kartu Pemeriksaan Malaria untuk mencapai target tersebut. Setiap kampung akan bertanggung jawab pada biaya penggandaan kartu. Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kampung terhadap eliminasi malaria.

Kabupaten Sarmi akan secara konsisten menjalankan strategi TOKEN CEK Kementerian Kesehatan RI. Strategi ini menjadi pilar utama untuk menekan angka kasus di daerah endemis tinggi. Adapun empat aksi nyata dari TOKEN CEK adalah sbb: pertama, T (Temukan): Menemukan kasus sedini mungkin di tengah masyarakat; kedua, O (Obati): Memberikan pengobatan yang tepat dan cepat bagi pasien positif; ketiga, KEN (Kendalikan): Mengendalikan vektor untuk memutus rantai penularan; empat, CEK (Cek Kembali): Melakukan pemantauan berkala untuk memastikan pasien sembuh secara total.

Keseriusan ini tampaknya bukan sekadar wacana. Ada berbagai follow up action yang akan dilakukan. Pada 11 Mei 2026 Malaria Perdhaki dan Dinas Kesehatan akan menyelenggarakan rapat koordinasi untuk sinkronisasi data. Pemerintah Kabupaten Sarmi juga berencana melakukan studi banding ke kabupaten yang telah sukses meraih status eliminasi guna menyerap praktik terbaik mereka untuk diadopsi di Kabupaten Sarmi.

Pertemuan strategis ini menandai babak baru bagi Kabupaten Sarmi. Kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten, Dinas Kesehatan, dan Malaria Perdhaki kini memperkuat harapan masyarakat untuk melihat Sarmi segera bebas dari malaria.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca