Program Malaria Perdhaki

Tahima Soroma Jadi Kampung Pertama di Kota Jayapura Sahkan Perkam Eliminasi Malaria

PM SSR YDHP-1, Ranialdy Alfons (Kiri), Kepala Kampung Tahima Soroma, Tommy Oktovianus Sibi (Tengah) usai menggelar Pertemuan Koordinasi Tingkat Kampung pada Kamis (27/11).

MALARIA PERDHAKI – Satu kampung di Kota Jayapura mengambil langkah berani dalam memerangi malaria.

Kampung Tahima Soroma resmi mengesahkan Peraturan Kampung (Perkam) Eliminasi Malaria setelah menggelar pertemuan koordinasi tingkat kampung, Kamis (27/11)

Pengesahan ini menjadi langka penting dalam memperkuat kerja bersama untuk upaya pengendalian malaria.

Kepala Kampung Tahima Soroma, Tommy Oktovianus Sibi menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pertemuan tersebut yang dinilai memberi gambaran penting tentang bahaya malaria.

Tommy menegaskan bahwa isu malaria menjadi tanggung jawab bersama dan penanganan malaria tidak mungkin berhasil jika dijalankan sendiri.

“Kalau kita bekerja untuk penanganan malaria, tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergandengan tangan, harus sama-sama memberantas malaria,” ujarnya.

Dikatakan bahwa Perkam Eliminasi Malaria harus menjadi landasan mendukung program percepatan malaria.

Kampung Tahima Soroma sendiri menjadi salah satu kampung dampingan Sub Sub Recipient (SSR) Yayasan Dian Harapan Papua (YDHP-1) di wilayah Distrik Jayapura Selatan.

Antusiasme Warga dan Tokoh Masyarakat yang hadir pada pertemuan tersebut cukup tinggi. Tidak sedikit yang memberikan masukan pada poin kewajiban dan sanksi jika warga tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Respon masyarakat cukup baik. Dengan adanya Perkam ini, kami berharap Tahima Soroma bisa benar-benar menjadi kampung bebas malaria,” tambahnya.

Tommy pun mengajak seluruh unsur masyarakat untuk terlibat aktif mendukung apa yang telah disepakati bersama.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, Pemerintah Kampung dan Bamuskam untuk bersama-sama, karena kita yang dapat memutus penularan malaria di kampung ini,” tegasnya.

Di tempat yang sama, PM SSR YDHP-1 Ranialdy Alfons mengatakan akan terus mendampingi pemerintah kampung Tahima Soroma, memastikan Perkam tersebut benar-benar dijalankan.

“Kami memastikan masyarakat Tahima Soroma tidak berjalan sendiri. Kami akan mendampingi agar Perkam dapat berjalan dan terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, pertemuan yang digelar di kantor kampung Tahima Soroma melibatkan 20 unsur Tokoh Masyarakat dan aparat kampung. selanjutnya pertemuan pembentukan Tim Bebas Malaria akan dirampungkan Pada Jumat (28/11). (Kristmas Tawurutubun/PM SSR Dekenat Keerom-2)

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca