Update Kasus
Data Kasus Malaria Indonesia
Per Bulan
Maret 2025
Sumber
Kementerian Kesehatan RI
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, kasus malaria di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Dari total 749.055 pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 137.469 kasus terkonfirmasi positif malaria. Dari jumlah tersebut, 119.981 pasien telah mendapatkan pengobatan standar sesuai prosedur medis yang berlaku. Sayangnya, penyakit ini tetap membawa dampak fatal, dengan 8 pasien dilaporkan meninggal dunia, menurun dari data bulan Februari sebelumnya yang besarnya 23 pasien meninggal dunia.
Angka ini masih terus menunjukkan tetap pentingnya upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan tepat waktu guna menekan penyebaran malaria. Berbagai pihak, termasuk Program Malaria Perdhaki terus mengambil bagian berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi serta memastikan ketersediaan layanan kesehatan bagi daerah terdampak malaria.
Dalam upaya penanggulangan malaria yang masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, Program Malaria Perdhaki hadir dengan strategi pendekatan masyarakat melalui konsep “ABC” yang mencakup Advokasi (A), Komunikasi Perubahan Perilaku atau Behavior Change Communication (B), dan Pemberdayaan Masyarakat atau Community Empowerment (C). Strategi ini mencerminkan peranan aktif Program Malaria Perdhaki dalam memastikan bahwa penanganan malaria tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis atau pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui advokasi, Program Malaria Perdhaki mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, hingga tokoh masyarakat, agar lebih peduli dan berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria. Kegiatan advokasi ini bertujuan menciptakan dukungan yang luas untuk kebijakan dan program yang berpihak pada penguatan upaya pencegahan malaria di tingkat komunitas.
Selain itu, strategi ini juga menekankan pentingnya perubahan perilaku individu dan lingkungan sekitar melalui komunikasi yang efektif. Edukasi dan diskusi kampung, komunitas, serta sekolah menjadi bagian integral dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan terkait malaria. Hal ini dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat, di mana Program Malaria Perdhaki menanamkan gagasan bahwa masyarakat memiliki potensi dan tanggung jawab untuk turut serta dalam gerakan melawan malaria. Pemberdayaan ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan kader, peningkatan kapasitas warga, dan pembentukan sistem pemantauan berbasis komunitas yang bertujuan menciptakan kemandirian dalam menjaga lingkungan bebas malaria. Dengan mengintegrasikan ketiga pendekatan ini secara sinergis, strategi ABC Program Malaria Perdhaki menjadi model intervensi sosial yang relevan dan berdampak untuk memberantas malaria secara berkelanjutan.
749.055
Pemeriksaan
137.469
Kasus Positif
119.981
Diobati Standar
8
Meninggal
Berita Malaria
-
Kementerian Kesehatan Adakan Monev Program Malaria Perdhaki di Kabupaten Alor
MALARIA PERDHAKI, Kalabahi – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengadakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Malaria Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) yang dijalankan oleh SSR Klinik St. Elisabeth Tombang. Pada kegiatan Monev ini, rombongan Kemenkes mengunjungi Desa Morba, Kecamatan Alor Barat Daya, yang merupakan salah satu desa yang masih memiliki kasus Malaria di Kabupaten…
-
Perdhaki Optimis Target NTT bebas Malaria pada 2028 dapat Tercapai
MALARIA PERDHAKI, Jakarta – Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) menyelenggarakan Jambore Nasional Malaria pada Minggu, 17 Desember 2023 hingga Senin, 18 Desember 2023 di Hotel Discovery Ancol, Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Jambore Nasional Malaria 2023 mengusung tema “Menjangkau yang Tak…
-
Papua Jadi Contoh Pluralisme Dalam Perangi Malaria, Perdhaki Keuskupan Jayapura: Patut Diapresiasi
MALARIA PERDHAKI, Jayapura – Kepala Sub Regional Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia atau Perdhaki Keuskupan Wilayah I Jayapura, Hardus Desa mengaku bangga melihat kekompakan kader malaria yang berasal dari berbagai agama dan suku di Papua dalam memerangi malaria. Hal positif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dan patut diapresiasi. Ia mencontohkan,…
Bersama, bebaskan Indonesia dari Malaria



