Program Malaria Perdhaki

Kader Malaria dan Puskesmas Panenggo Ede Komitmen Turunkan Kasus Malaria Tahun 2026

Puskesmas Panenggo Ede dan Kader Malaria Komitmen Tekan Kasus Malaria di 2026
Puskesmas Panenggo Ede dan Kader Malaria Komitmen Tekan Kasus Malaria di 2026

MALARIA PERDHAKI-TAMBOLAKA. Puskesmas Panenggo Ede dan kader malaria berkomitmen menekan kasus sebaran malaria tahun 2026.

Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan yang dilaksanakan SSR PWK Weetabula bersama Puskesmas Panenggo Ede pada pekan lalu.

Wilayah kerja Puskesmas Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, masih menjadi daerah dengan tingkat endemis malaria tertinggi di kabupaten tersebut. Meski demikian, berbagai upaya nyata yang dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama para kader Juru Malaria Desa menunjukkan capaian progresif dalam penurunan angka kesakitan malaria.

Kepala Puskesmas Panenggo Ede, Elisabet Mone menyampaikan harapannya agar para kader selalu sehat, aktif, dan tetap bersemangat dalam menjalankan tugas.

“Kader merupakan garda terdepan dalam pemberantasan malaria. Puskesmas sangat merasakan dukungan para kader yang bekerja dengan militansi tinggi dalam penanganan malaria di Kecamatan Kodi Balaghar sepanjang tahun 2025,” ujar Elisabet dikutip Senin (26/1).

Komitmen mendorong eliminasi malaria ikut disuarakan Danial C.P. Lodong selaku Pengelola Program Malaria Puskesmas Panenggo Ede. Menurutnya, kerja sama yang solid antara kader dan tenaga kesehatan menjadi kunci dalam menekan kasus malaria di wilayah tersebut.

“Pertukaran informasi secara rutin dinilai menjadi kunci dalam melakukan penanganan malaria yang simultan, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Daniel.

Sementara itu, Program Manager SSR PWK Weetabula Matheus Antonius Krivo menegaskan komitmen untuk melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa dan kecamatan guna memberikan dukungan riil terhadap upaya penanggulangan malaria.

“Salah satu langkah strategis yang akan didorong adalah pelaksanaan pertemuan koordinasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan di tingkat desa, pembentukan tim kerja malaria, serta penyusunan peraturan desa tentang penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria,” ujar Matheus.

Matheus menambahkan, berbagai strategi lapangan akan terus diperkuat. Para kader tetap melakukan pemeriksaan menggunakan RDT dengan menjangkau kampung-kampung terpencil di setiap desa, termasuk sekolah-sekolah.

Selain itu, kader juga melakukan pengambilan sediaan darah tebal dari calon tersangka malaria yang menunjukkan gejala. Penyelidikan epidemiologi malaria dilaksanakan secara kolaboratif oleh tenaga kesehatan dan kader malaria. Seluruh pasien akan difasilitasi untuk mendapatkan tindak lanjut pengobatan secara penuh hingga 100 persen.

Di sisi pencegahan, kader dan tenaga kesehatan secara rutin memantau lokasi potensial perindukan nyamuk dan melakukan larvasidasi secara berkala, serta bersama pemerintah desa melakukan pemantauan penggunaan kelambu di setiap rumah tangga.

Upaya kolaboratif yang terus diperkuat ini diharapkan mampu mempercepat penurunan API malaria di wilayah kerja Puskesmas Panenggo Ede dan mendekatkan Kabupaten Sumba Barat Daya pada target eliminasi malaria secara berkelanjutan.

Berdasarkan data pemeriksaan dan penemuan kasus malaria, Puskesmas Panenggo Ede mencatat perubahan signifikan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, jumlah pemeriksaan malaria tercatat sebanyak 13.728 dengan temuan kasus mencapai 1.878. Sementara itu, pada tahun 2025 jumlah pemeriksaan meningkat tajam menjadi 33.830, namun jumlah kasus malaria berhasil ditekan menjadi 1.003 kasus.

Dari sisi jenis parasit, malaria Vivax menjadi jenis dominan pada tahun 2024, sedangkan pada tahun 2025 didominasi oleh malaria Falciparum. Capaian lain yang cukup menonjol terlihat pada indikator surveilans.

Angka ABER meningkat dari 72,04 pada tahun 2024 menjadi 172,71 pada tahun 2025. Sementara API berhasil ditekan dari 34,01 menjadi 23,18. Penemuan kasus menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) juga mengalami penurunan signifikan, dari 411 kasus pada tahun 2024 menjadi 110 kasus pada tahun 2025.

Leave a Reply

en_USEnglish

Discover more from Program Malaria Perdhaki

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading