Gelaran Advokasi dan Evaluasi Kader Perkasa Dorong Penguatan Integrasi Layanan ATM di Papua

MALARIA PERDHAKI-JAYAPURA. Gelaran Advokasi dan Evaluasi Kader Integrasi AIDS, TB dan Malaria (ATM) telah dilaksanakan pada 10-11 Desember 2025 di Kabupaten Jayapura.
Gelaran ini mendapatkan dukungan dan sambutan lintas sektor mulai dari Kementerian Kesehatan hingga pemerintah daerah.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Martina Rahayu mengungkapkan, kegiatan Advokasi dan Evaluasi Kader Perkasa di Jayapura memberikan gambaran jelas soal pelaksanaan program dan kontribusi para kader.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena kita bisa ketemu kader-kader hebat yang terus semangat untuk memberikan kontribusi dan peran mereka dalam membantu kita (dalam upaya) menyehatkan masyarakat,” ujar Martina di Jayapura.
Martina melanjutkan, melalui kegiatan ini diharapkan para Kader Perkasa yang berasal dari Nabire, Merauke dan Jayapura dapat terus belajar dan meningkatkan kontribusi khususnya dalam pelayanan Kesehatan di Papua.
Dalam pengembangan program ke depan, Martina turut mendorong adanya kolaborasi lintas sektor baik itu dengan program kesehatan maupun sektor lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi menjelaskan, kegiatan advokasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyuarakan pelaksanaan program Kader Perkasa terkait integrasi layanan ATM di Papua.
“Kami berharap dengan kegiatan ini maka semua yang menjadi persoalan di kampung-kampung itu terinfo dengan jelas kepada pemerintah kampung, distrik, sampai kabupaten bahkan pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Yusuf saat membuka kegiatan pada Rabu (10/12).
Yusuf melanjutkan, melalui kegiatan advokasi ini tentunya diharapkan agar ke depannya program-program yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dapat tepat sasaran.
“Dengan begitu, kebijakan yang ada dapat tepat sasaran untuk bisa memberikan yang terbaik bagi penerima manfaat dalam semuya pelayanan yang terkait upaya meminimalisir maupun menuntaskan Malaria, HIV dan TB,” jelas Yusuf.

Direktur Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) dr. Felix Gunawan menjelaskan, program Kader Perkasa yang telah berjalan sejak Juli 2025 merupakan sebuah proyek percontohan (pilot project).
“Perdhaki telah mendapatkan komitmen untuk melanjutkan program ini sampai Maret 2026, kita berharap program ini dapat terus berjalan termasuk upaya perluasan ke wilayah lainnya,” ujar Dokter Felix.
Pelaksanaan Advokasi dan Evaluasi Program Kader Perkasa ini melibatkan total 38 kader dan 11 pendamping yang berasal dari tiga wilayah yakni Nabire, Merauke dan Jayapura.
Dalam gelaran ini, terdapat lima kampung yang melakukan penandatanganan Peraturan Kampung (Perkam) Eliminasi Malaria disaksikan langsung oleh Plt Sekda Kabupaten Jayapura.

Selain itu, setiap wilayah memaparkan capaian kegiatan berupa kunjungan rumah dan jumlah rujukan serta menghadirkan layanan informasi berupa booth/stand masing-masing wilayah yang dapat diakses langsung oleh para pengunjung.
Dalam sesi lainnya, juga digelar talkshow bertajuk “Satu Rumah Tiga Risiko” dengan menghadirkan para pembicara dari Kementerian Kesehatan serta PR Komunitas lainnya seperti Yayasan Penabulu dan Stop TB Partnership Indonesia (STPI), Indonesia AIDS Coalition (IAC) serta Yayasan Spiritia.