7 Kampung Dampingan Perdhaki Alokasikan Anggaran Rp 234,72 Juta Dukung Eliminasi Malaria di Papua

MALARIA PERDHAKI-JAKARTA. Sebanyak 7 kampung dampingan Program Malaria Perdhaki sukses menyalurkan anggaran sebesar Rp 234,72 juta sepanjang tahun 2025 dalam mendukung upaya Eliminasi Malaria.
Dana ini dialokasikan oleh masing-masing kampung untuk mendukung upaya eliminasi malaria di wilayahnya masing-masing.
Serapan anggaran tahun 2025 ini meningkat 14,94 persen dibandingkan anggaran tahun 2024 yang mencapai Rp 204,2 juta.
Program Manager SR Jayapura I Irma Plautilda mengungkapkan, total anggaran untuk tahun 2025 ini disalurkan oleh 7 kampung di Papua.
“Kampung-kampung ini merupakan dampingan Pogram Malaria Perdhaki yang ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan Diskusi Kampung & Pelatihan Tokoh Kunci yang digelar pada tahun 2024-2025,” ungkap Irma.

Adapun 7 kampung yang telah mengalokasikan dukungan anggarannya antara lain Kampung Holtekamp (Rp 82,8 juta), Kampung Skouw Mabo (Rp 45 juta) Kampung Yoka (Rp 30 juta), Kampung Waena (Rp 22,15 juta), Kampung Enggros (Rp 20 juta), Kampung Nafri (Rp 18,24 juta) dan Kampung Tahima Soroma (Rp 16,51 juta).
Irma menjelaskan, alokasi anggaran digunakan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan eliminasi malaria di tujuh kampung tersebut.
| Nomor | Nama Kampung | Alokasi Anggaran |
| 1 | Holtekamp | Rp 82.800.000 |
| 2 | Skouw Mabo | Rp 45.000.000 |
| 3 | Enggros | Rp 20.000.000 |
| 4 | Nafri | Rp 18.245.000 |
| 5 | Tahima Soroma | Rp 16.517.000 |
| 6 | Waena | Rp 22.158.000 |
| 7 | Yoka | Rp 30.000.000 |
| Jumlah | Rp 234.720.000 |
Program Malaria Perdhaki pun terus mendukung upaya pencegahan dan eliminasi malaria melalui program seperti Diskusi Kampung dan Pelatihan Tokoh Kunci, para kepala kampung, kader malaria dan masyarakat mendapatkan edukasi tentang malaria.
“Kegiatan ini berdampak positif, salah satu kampung yakni Tahima Soroma bahkan menyatakan kesiapannya untuk menjutkan program eliminasi malaria dengan biaya mandiri,” sambung Irma.
Tak sampai disitu, salah satu kampung yakni Kampung Enggros melalui Kepala Kampung dan jajarannya pun telah mendeklarasikan Kampung Bebas Malaria pada 29 April 2025 lalu.
“Kita berharap semakin banyak kampung yang terdorong untuk mengalokasikan anggaan untuk mendukung eliminasi malaria ke depannya,” pungkas Irma.