Malaria Perdhaki Gelar Pelatihan Tokoh Kunci, 7 Kepala Kampung Raih Apresiasi Pemda

Malaria Perdhaki-Jayapura. Sebanyak sepuluh Kepala Kampung di Kabupaten Sarmi menerima penghargaan dari Bupati Sarmi pada peringatan Hari Kesehatan Nasional.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran aktif para kepala kampung dalam kebijakan, pengelolaan anggaran, serta kegiatan aksi masyarakat yang berfokus pada penanggulangan malaria di wilayah masing-masing.
Dari sepuluh kepala kampung penerima penghargaan, tujuh di antaranya merupakan kepala kampung dari wilayah lokus yang aparat dan tokoh kuncinya turut mengikuti pelatihan strategi komunikasi dan penggerakan masyarakat yang diselenggarakan oleh Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) melalui Program Malaria Perdhaki.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari langkah percepatan eliminasi malaria di Tanah Papua. Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di kawasan Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Senin hingga Rabu (10–12 November 2025).
Sebanyak 33 tokoh kunci dari Kabupaten Jayapura, Sarmi, dan Mamberamo Raya dilibatkan, terdiri atas kepala kampung, anggota Bamuskam, serta tokoh masyarakat.
Kepala Seksi Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Silas Mabui, mengatakan pelibatan tokoh kunci di tingkat kampung sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pencapaian target eliminasi malaria pada tahun 2030.
“Dengan melibatkan tokoh kunci ini, terutama kepala kampung, Bamuskam, dan tokoh masyarakat, kita ingin memperkuat sistem komunikasi sehingga tidak lagi bekerja sendiri-sendiri,” ujar Silas di Jayapura.
Program Manager SR Jayapura 2, Jeverson Aud, menambahkan bahwa malaria masih menjadi salah satu penyakit menular dengan tingkat penyebaran tinggi di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, kata dia, diperlukan strategi komunikasi dan pendekatan masyarakat yang lebih efektif.

“Dibutuhkan strategi yang tepat untuk melibatkan dan menggerakkan masyarakat secara masif dalam berbagai gerakan eliminasi malaria,” ujar Jeverson.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberikan materi seputar penularan malaria, strategi pencegahan, serta simulasi penggerakan masyarakat. Metode pelatihan tidak hanya berupa presentasi, tetapi juga diskusi dan praktik menggunakan alat bantu visual agar peserta lebih mudah memahami dan mampu menyampaikan pesan yang tepat kepada masyarakat.
Keterlibatan kepala kampung dalam pelatihan ini dinilai memberikan dampak positif di lapangan. Penghargaan yang diterima para Kepala Kampung di Sarmi menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Perdhaki Papua, dan masyarakat dapat memperkuat peran komunitas lokal dalam upaya memerangi malaria.
Upaya bersama ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya target Papua bebas malaria pada tahun 2030.
Artikel di atas disadur dari artikel serupa yang telah tayang di https://jubi.id/penkes/2025/perdhaki-papua-libatkan-tokoh-kunci-untuk-percepatan-eliminasi-malaria/