MALARIA PERDHAKI, Papua – Pemerintah Kampung Sunum 1, yang berada di bawah wilayah Kabupaten Sarmi, Papua, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan malaria. Melalui alokasi dana kampung, pemerintah setempat menyalurkan bantuan senilai Rp59 juta untuk mendukung berbagai kegiatan operasional dan preventif yang dijalankan oleh para kader malaria dan tim kesehatan di kampung.
Bantuan tersebut diserahkan secara resmi pada Kamis, 20 Juni 2025. Dana yang diberikan digunakan untuk mendukung beberapa aspek penting dalam pencegahan malaria, antara lain pengadaan kendaraan motor untuk operasional kader, pembelian logistik, pembiayaan pembuatan lotion anti nyamuk berbahan dasar serai merah, serta mobilisasi warga untuk membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, berbagai perlengkapan penunjang kegiatan juga telah dibeli, seperti dua mesin babat rumput, satu gerobak dorong, satu tangki semprot, dua alat garuk rumput, serta kawat sebanyak delapan roll—di mana lima roll di antaranya telah terpasang di rumah warga. Pengadaan lainnya meliputi tripleks sebanyak sepuluh lembar dan paku tripleks seberat tujuh kilogram.
CSO dari SSR St. Antonius Sarmi, Fatma Purol, dan Kepala Kampung Sunum 1, Hendrik Yotha, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan semangat gotong royong masyarakat dalam upaya eliminasi malaria. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga serta dukungan pemerintah kampung dalam pengambilan keputusan yang berorientasi pada kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Puskesmas Betaf yang berperan sebagai mitra dalam pemantauan dan pendampingan teknis. Dengan langkah-langkah preventif yang menyentuh langsung kebutuhan lapangan dan melibatkan masyarakat secara langsung, Kampung Sunum 1 diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi kampung lain di Kabupaten Sarmi dan wilayah Papua pada umumnya dalam memerangi malaria.