MALARIA PERDHAKI, Jakarta – Dalam rangka upaya percepatan eliminasi malaria di Kawasan Indonesia Timur, Perhimpunan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) terus mendorong penguatan kegiatan sistem monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program yang dijalankan di tingkat komunitas, terutama implementasi program yang dilaksanakan SR an SSR di daerah. Salah satu fokus perhatian adalah efektivitas pelaksanaan pemetaan wilayah sasaran dan pemantauan faktor risiko oleh para kader malaria di lapangan.
Koordinator PME (Planning, Monitoring, and Evaluation) Program Malaria Perdhaki, Alfrida Abi, menegaskan pentingnya monev yang lebih intensif terhadap implementasi kegiatan di lapangan. Menurutnya, data yang dikumpulkan oleh kader malaria sangat menentukan arah intervensi selanjutnya dalam pengendalian penyakit malaria.
“Pemberantasan malaria tidak cukup hanya dengan pengobatan. Diperlukan strategi berbasis data yang kuat, dan itu dimulai dari pemetaan wilayah sasaran yang dilakukan oleh SSR dan kader di komunitas. Karena itu, kami memperkuat sistem monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan program benar-benar sesuai dengan tujuan,” ujar Alfrida di Jakarta, 14 April 2025.

Salah satu kegiatan utama yang sedang dijalankan adalah pembuatan peta kampung/desa, peta tempat perindukan nyamuk, serta pemetaan data kepala keluarga dan pemantauan faktor risiko malaria. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kader malaria di wilayah pendampingannya masing-masing.
Peta kampung/desa mencakup letak rumah-rumah warga, serta digabungkan dengan peta lingkungan yang berpotensi menjadi lokasi perindukan nyamuk. Pemetaan ini bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi dasar pengambilan keputusan program di tingkat akar rumput.
Selain itu, kader juga melakukan pendataan jumlah kepala keluarga dengan melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah warga. Selama kunjungan, kader turut mengidentifikasi faktor risiko penularan malaria berdasarkan kondisi dalam dan luar rumah.
“Kegiatan ini membantu kami memahami kondisi riil di lapangan. Dari hasil pemetaan, kita bisa tahu mana wilayah yang rentan, dan tindakan pencegahannya bisa segera ditargetkan ke sana,” jelas Alfrida.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif para kader dan keakuratan data yang mereka kumpulkan sangat krusial. Oleh karena itu, tim PME bersama mitra lokal secara berkala melakukan pemantauan proses pelaksanaan di lapangan untuk memastikan kualitas data dan keberlanjutan intervensi.
Dengan pendekatan berbasis data dan penguatan pemantauan lapangan, Perdhaki berharap program malaria dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka kasus dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.
Informasi ini disusun oleh Komunikasi Publikasi PR Program Malaria Perdhaki. Diperbolehkan untuk dikutip oleh pers. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kontak kami.