Program Malaria Perdhaki

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, kasus malaria di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Dari total 749.055 pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak 137.469 kasus terkonfirmasi positif malaria. Dari jumlah tersebut, 119.981 pasien telah mendapatkan pengobatan standar sesuai prosedur medis yang berlaku. Sayangnya, penyakit ini tetap membawa dampak fatal, dengan 8 pasien dilaporkan meninggal dunia, menurun dari data bulan Februari sebelumnya yang besarnya 23 pasien meninggal dunia.

Angka ini masih terus menunjukkan tetap pentingnya upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan tepat waktu guna menekan penyebaran malaria. Berbagai pihak, termasuk Program Malaria Perdhaki terus mengambil bagian berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi serta memastikan ketersediaan layanan kesehatan bagi daerah terdampak malaria.

Dalam upaya penanggulangan malaria yang masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, Program Malaria Perdhaki hadir dengan strategi pendekatan masyarakat melalui konsep “ABC” yang mencakup Advokasi (A), Komunikasi Perubahan Perilaku atau Behavior Change Communication (B), dan Pemberdayaan Masyarakat atau Community Empowerment (C). Strategi ini mencerminkan peranan aktif Program Malaria Perdhaki dalam memastikan bahwa penanganan malaria tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis atau pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui advokasi, Program Malaria Perdhaki mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, hingga tokoh masyarakat, agar lebih peduli dan berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria. Kegiatan advokasi ini bertujuan menciptakan dukungan yang luas untuk kebijakan dan program yang berpihak pada penguatan upaya pencegahan malaria di tingkat komunitas.

Selain itu, strategi ini juga menekankan pentingnya perubahan perilaku individu dan lingkungan sekitar melalui komunikasi yang efektif. Edukasi dan diskusi kampung, komunitas, serta sekolah menjadi bagian integral dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan terkait malaria. Hal ini dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat, di mana Program Malaria Perdhaki menanamkan gagasan bahwa masyarakat memiliki potensi dan tanggung jawab untuk turut serta dalam gerakan melawan malaria. Pemberdayaan ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan kader, peningkatan kapasitas warga, dan pembentukan sistem pemantauan berbasis komunitas yang bertujuan menciptakan kemandirian dalam menjaga lingkungan bebas malaria. Dengan mengintegrasikan ketiga pendekatan ini secara sinergis, strategi ABC Program Malaria Perdhaki menjadi model intervensi sosial yang relevan dan berdampak untuk memberantas malaria secara berkelanjutan.

749.055

Pemeriksaan

137.469

Kasus Positif

119.981

Diobati Standar

8

Meninggal

Berita Malaria

  • Sosok: Kisah Sarah Oropa Gencarkan Edukasi Malaria di Distrik Momi Waren

    Sosok: Kisah Sarah Oropa Gencarkan Edukasi Malaria di Distrik Momi Waren MALARIA PERDHAKI, Jakarta – Matahari menggantung tepat di atas kepala, membakar atap-atap seng yang memantulkan panas ke segala penjuru. Jalanan tanah itu semakin kering dan berdebu. Di tengah panas yang mengeringkan tengkuk itu, Sarah Oropa-wanita berusia 40 tahun- memantapkan langkahnya sembari sesekali membenarkan letak…

  • Malaria Perdhaki Dukung Langkah Pemerintah Siapkan Regulasi Eliminasi Malaria di Papua

    MALARIA PERDHAKI, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana mendorong kehadiran regulasi untuk mempercepat upaya eliminasi malaria di Papua. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta enam pemerintah provinsi (pemprov) di Papua untuk mempercepat upaya eliminasi kasus malaria di wilayah masing-masing. “Setelah hasil evaluasi, kita dapatkan khusus untuk tugas Kementerian Dalam Negeri…

  • GEMAS; Upaya SSR PWK Weetebula Dukung Eliminasi Malaria Sumba Barat Daya

    MALARIA PERDHAKI, Jakarta – Program Malaria Perdhaki melalui SSR PWK Weetebula terlibat aktif dalam Program Gebrak Malaria Sehari (GEMAS) yang digelar Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya pada Selasa (9/9) di Kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak baik dari jajaran pemerintah kabupaten, perwakilan Puskesmas, SSR PWK Weetebula hingga Yayasan Sumba Foundation.…

Bersama, bebaskan Indonesia dari Malaria

id_IDIndonesian