Update Kasus
Data Kasus Malaria Indonesia
Per Bulan
Mei 2025
Sumber
Kementerian Kesehatan RI
Update Per
4 Juni 2025
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, malaria masih menjadi tantangan serius dalam bidang kesehatan masyarakat. Per Mei 2025, sebanyak 456.764 orang telah diperiksa, dan 59.610 di antaranya terkonfirmasi positif malaria. Dari jumlah tersebut, 41.222 pasien telah mendapatkan pengobatan standar sesuai dengan prosedur medis yang berlaku. Sayangnya, terdapat 7 kasus kematian yang tercatat.
Angka ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan tepat waktu untuk menekan penyebaran malaria. Berbagai pihak, termasuk Program Malaria Perdhaki, terus berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan memastikan akses layanan kesehatan di wilayah yang terdampak malaria.

Dalam upaya penanggulangan malaria yang masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, Program Malaria Perdhaki hadir dengan strategi pendekatan masyarakat melalui konsep “ABC” yang mencakup Advokasi (A), Komunikasi Perubahan Perilaku atau Behavior Change Communication (B), dan Pemberdayaan Masyarakat atau Community Empowerment (C). Strategi ini mencerminkan peranan aktif Program Malaria Perdhaki dalam memastikan bahwa penanganan malaria tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis atau pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui advokasi, Program Malaria Perdhaki mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, hingga tokoh masyarakat, agar lebih peduli dan berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria. Kegiatan advokasi ini bertujuan menciptakan dukungan yang luas untuk kebijakan dan program yang berpihak pada penguatan upaya pencegahan malaria di tingkat komunitas.
Selain itu, strategi ini juga menekankan pentingnya perubahan perilaku individu dan lingkungan sekitar melalui komunikasi yang efektif. Edukasi dan diskusi kampung, komunitas, serta sekolah menjadi bagian integral dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan terkait malaria. Hal ini dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat, di mana Program Malaria Perdhaki menanamkan gagasan bahwa masyarakat memiliki potensi dan tanggung jawab untuk turut serta dalam gerakan melawan malaria. Pemberdayaan ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan kader, peningkatan kapasitas warga, dan pembentukan sistem pemantauan berbasis komunitas yang bertujuan menciptakan kemandirian dalam menjaga lingkungan bebas malaria. Dengan mengintegrasikan ketiga pendekatan ini secara sinergis, strategi ABC Program Malaria Perdhaki menjadi model intervensi sosial yang relevan dan berdampak untuk memberantas malaria secara berkelanjutan.
456.764
Pemeriksaan
59.610
Kasus Positif
41.222
Diobati Standar
7
Meninggal
Berita Malaria
-
Pelatihan dan Pendampingan Kader Juru Malaria Desa (JMD): Tekad Bersama serta Kesungguhan Hati untuk Eliminasi Malaria di Sumba
Pelatihan dan Pendampingan Kader Juru Malaria Desa (JMD): Tekad Bersama serta Kesungguhan Hati untuk Eliminasi Malaria di Sumba MALARIA PERDHAKI–WAINGAPU. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi kasus malaria yang cukup tinggi. Upaya melawan penyakit menular ini merupakan bagian dari misi yang tulus dan mulia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sebagai landasan pembangunan sumber daya manusia.…
-
Pelatihan Juru Malaria Desa (JMD): Langkah Nyata dari Serui untuk Semaikan Harapan Kesehatan di Kepulauan Yapen
Pelatihan Juru Malaria Desa (JMD): Langkah Nyata dari Serui untuk Semaikan Harapan Kesehatan di Kepulauan Yapen Di tanah Papua, perjuangan melawan penyakit malaria bukan sekadar agenda medis rutin atau angka statistik di atas kertas laporan, melainkan suatu ikhtiar tentang keberlangsungan hidup, perlindungan keluarga, dan pengabdian tulus tanpa batas. Pada 24 hingga 28 Agustus 2026, karya…
-
Gegap Deklarasi Kampung Mawokauw Jaya Menuju Bebas Malaria
Gegap Deklarasi Kampung Mawokauw Jaya Menuju Bebas Malaria MALARIA PERDHAKI—MIMIKA. Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, secara resmi melakukan Deklarasi Kampung Bebas Malaria pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan momentum krusial mengingat angka Annual Parasite Incidence (API) di kampung tersebut tergolong cukup tinggi, yakni mencapai 231,67. Acara yang dibuka langsung…
Bersama, bebaskan Indonesia dari Malaria



