Program Malaria Perdhaki

Putus Rantai Malaria Sejak Dini: Sinergi SSR Dekenat Waingapu dan Guru PEM di SD Inpres Marada Mundi

MALARIA PERDHAKI-SUMBA TIMUR. Langkah nyata menuju eliminasi malaria terus digalakkan di bumi Sumba. Sebagai upaya mempercepat target Indonesia Bebas Malaria 2030, SSR Dekenat Waingapu bersinergi dengan Guru Penggerak Eliminasi Malaria (PEM) menggelar diskusi interaktif bagi siswa SD Inpres Marada Mundi, Kecamatan Kambata Mapambuhang, pada 3 Maret 2026.

Guru PEM merupakan inisiatif berbasis komunitas yang diadopsi oleh SSR Dekenat Waingapu. Program strategis ini mengintegrasikan edukasi kesehatan langsung ke dalam kurikulum sekolah.

Kegiatan ini dipandu oleh Loda Ana Amah,menyasar siswa kelas 1 dan 2. Loda memanfaatkan presentasi digital interaktif untuk memperkenalkan morfologi nyamuk Anopheles—si pembawa parasit malaria—kepada anak-anak.

“Siswa diharapkan mampu menjadi pengingat di lingkungan keluarga mereka masing-masing, terutama Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penggunaan kelambu secara rutin,” ujar Loda.

Loda juga mengajak para siswa untuk berdiskusi secara kelompok dan menyusun media visual sederhana berbentuk poster edukatif yang merangkum aspek pencegahan dan penularan malaria.

Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan pemahaman dasar para siswa terhadap malaria. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun fondasi kesadaran kolektif.

Langkah kecil dari ruang kelas di pelosok Sumba Timur merupakan bagian penting dari rantai perjuangan besar bangsa. Kita berharap dengan kolaborasi bersama antara SSR Dekenat Waingapu dan SD Inpres Marada Mundi, mata rantai penularan di Sumba Timur dapat benar-benar terputus. Indonesia bebas malaria 2030!

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca