Perdhaki melalui SR KAMe Gelar Pelatihan Kader Malaria di Boven Digoel

MALARIA PERDHAKI–BOVEN DIGOEL. Perhimpunan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) melalui Sub Recipient Keuskupan Agung Merauke (SR KAMe) menyelenggarakan Pelatihan Kader Malaria bagi calon kader di wilayah SSR Mindiptana dan SSR Mindiptana 2.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 1–5 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Boven Digoel.
Pelatihan ini bertujuan membekali para kader dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan layanan serta edukasi malaria secara terintegrasi di wilayah kerja masing-masing. Fokus utama kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas dan keterampilan kader agar mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian malaria di tingkat komunitas.
Pelatihan Kader Malaria ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jefri Niharua. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa malaria masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat Papua, termasuk di Kabupaten Boven Digoel yang berdasarkan data nasional masih menjadi salah satu penyumbang kasus malaria tertinggi di Provinsi Papua Selatan.
“Apresiasi dan terima kasih kepada Perdhaki atas penyelenggaraan pelatihan ini, kader malaria memegang peranan strategis sebagai ujung tombak dalam upaya meminimalisir hingga meniadakan malaria di daerah,” kata Jefri dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia berharap para kader dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik agar mampu menjalankan perannya secara optimal di masyarakat. Ia juga mendorong agar dana kampung yang tersedia dapat dimanfaatkan, termasuk menyisihkan sebagian untuk pembangunan sumber daya manusia, khususnya mendukung peran kader malaria di kampung-kampung.
Program Manager SSR Mindiptana 2, Bonefasius Bera Kleor, menyampaikan gambaran umum mengenai Perdhaki serta berbagai program percepatan eliminasi malaria yang telah dan sedang dijalankan melalui SR dan SSR, khususnya di wilayah timur Indonesia.
“Pelatihan ini menjadi bagian penting dari strategi penguatan sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Boven Digoel,” ujar Bonefasius.
Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri dari 7 PKM di wilayah kerja SSR Mindiptana dan SSR Mindiptana 2. Rinciannya, wilayah kerja SSR Mindiptana diikuti oleh 15 kader dan 1 pendamping, sementara wilayah kerja SSR Mindiptana 2 diikuti oleh 9 kader. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Global Fund (GF).
Pada hari kelima, para kader melaksanakan praktik lapangan di Kampung Sokanggo melalui kegiatan kunjungan rumah ke warga. Sebelum pelaksanaan kunjungan, Kepala Kampung dan aparat kampung menyambut para kader dengan baik. Dalam sambutannya, pemerintah kampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perdhaki karena telah menjadikan Kampung Sokanggo sebagai lokasi percontohan, serta berharap keberadaan kader malaria dapat berkontribusi menurunkan kasus malaria di kampung tersebut. Para kader kemudian dibagi ke dalam tiga RT untuk melaksanakan kunjungan rumah dan edukasi kepada masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Perdhaki berharap kader malaria di wilayah SSR Mindiptana dan SSR Mindiptana 2 semakin siap dan berdaya dalam mendukung upaya eliminasi malaria, khususnya di Kabupaten Boven Digoel, menuju masyarakat yang lebih sehat dan bebas malaria.