Malaria Perdhaki Lanjutkan Program Pelatihan Kader Baru di Mimika

MALARIA PERDHAKI-MIMIKA. Perdhaki melalui SR Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) menyelenggarakan Pelatihan Kader Malaria bagi calon kader dari SSR Paroki Emanuel Mapurujaya dan SSR Paroki Santo Stefanus Sempan.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 1–5 Desember 2025, dan bertujuan memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini serta penanganan malaria di tingkat kampung/kelurahan
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Kabupaten Mimika, Linus Dumatubun.
Dalam sambutannya, Linus mengapresiasi semangat peserta, terutama kaum perempuan yang menurutnya memiliki tingkat konsistensi tinggi sebagai kader, karena kader yang hadir seluruhnya perempuan.
“Pasca pelatihan ini diharapkan kemampuan calon kader akan sama dengan analis kesehatan dalam deteksi malaria. Tingginya angka kasus malaria di Timika merupakan hasil kerja keras kader dalam menemukan kasus aktif di masyarakat,” ujar Linus.
Dengan komitmen bersama, ia mengharapkan bahwa pada tahun 2028, angka kasus malaria dapat ditekan hingga berada di bawah Positivity Rate 5 persen.
Kepala SSR Mapurujaya, Paulus Weti menjelaskan, para peserta yang hadir merupakan orang-orang pilihan yang mengemban misi kemanusiaan dan keselamatan masyarakat serta menjadi bagian penting dalam upaya percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Mimika.
“Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap materi dengan baik,” ujar Paulus.
Adapun, sebanyak 28 calon kader malaria yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari, 3 peserta dari Puskesmas Atuka, 7 peserta dari Puskesmas Mapurujaya, 8 peserta dari Puskesmas Timika Jaya, 10 peserta dari Puskesmas Timika dan 1 pendamping kader dari Puskesmas Timika.
Pelatihan ini sepenuhnya didukung melalui pendanaan Global Fund (GF).
Ketua Panitia Pelatihan Kader Malaria, Martinus Ngauk mengungkapkan, pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon kader malaria.
“Khususnya dalam melakukan edukasi, menemukan kasus malaria secara dini, pemantauan minum obat, pemantauan kelambu serta memahami penggunaan alat tes cepat malaria RDT (Rapid Diagnostic Test),” ungkap Martinus yang juga menjabat sebagai PM SSR Mapurujaya.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pengalungan ID Card secara simbolis oleh Kepala Bidang P2P kepada perwakilan Calon Kader Malaria dari Puskesmas Timika dan calon pendamping kader.
Pelatihan yang akan berlangsung selama lima hari ini diharapkan mampu menghasilkan kader malaria yang berkomitmen, terampil, berintegritas, dan siap menjadi ujung tombak dalam pemberantasan malaria di Kabupaten Mimika khususnya di Kampung/Kelurahan masing-masing. (Marius Kontasius/Progam Manager SR YCTP)