Program Malaria Perdhaki

Elisabeth, Guru PEM di Sumba Dorong Pembelajaran Malaria Berbasis Digital

Elisabeth, Guru PEM di Sumba Dorong Pembelajaran Malaria Berbasis Digital
Elisabeth, Guru PEM di Sumba Dorong Pembelajaran Malaria Berbasis Digital

MALARIA PERDHAKI–SUMBA TIMUR. Upaya eliminasi malaria terus diperkuat melalui dunia pendidikan. Di SD Rapamanu, Desa Mbata Kapidu, Kabupaten Sumba Timur misalnya, ada Elisabeth Pandarangga, Guru Penggerak Eliminasi Malaria (Guru PEM) yang aktif menanamkan pemahaman tentang pencegahan malaria kepada siswa melalui metode pembelajaran inovatif.

Sebagai wilayah dengan risiko penularan malaria yang cukup tinggi, sekolah menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan pengetahuan dasar kesehatan sejak usia dini. Sebelumnya, pembelajaran malaria di SD Rapamanu dilakukan melalui metode Diskusi Kampung, yakni pendekatan berbasis cerita dan percakapan antara siswa mengenai pengalaman mereka menghadapi malaria di keluarga maupun lingkungan sekitar.

Metode ini dipadukan dengan permainan gambar, di mana siswa mengurutkan dan mencocokkan ilustrasi tentang gejala, nyamuk penyebab serta pola penularan malaria sehingga proses belajar menjadi aktif dan partisipatif.

“Kehadiran Papan Interaksi Digital menjadi terobosan baru yang makin memperkaya proses pembelajaran. Melalui media ini, siswa dapat mempelajari gejala malaria lewat ilustrasi animatif, video singkat tentang parasit Plasmodium yang dibawa nyamuk Anopheles, serta simulasi pola penularan yang ditampilkan secara visual dan mudah dipahami,” ungkap Elisabeth.

Elisabeth menjelaskan, papan digital juga digunakan untuk mengajarkan langkah-langkah pencegahan malaria, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menutup genangan air, memakai pakaian tertutup pada malam hari hingga penggunaan obat anti-nyamuk. Materi diperkaya dengan kuis interaktif yang mendorong siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran.

“Pembelajaran tentang penggunaan kelambu berinsektisida pun dilakukan melalui video demonstrasi dan simulasi digital, sehingga siswa memahami secara langsung cara pemasangan kelambu yang benar sebagai salah satu upaya perlindungan dari gigitan nyamuk,” kisah Elisabeth.

Melalui inovasi ini, Elisabeth Pandarangga menunjukkan peran penting guru dalam memadukan kearifan lokal dengan teknologi modern. Penggunaan Papan Interaksi Digital tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat edukasi pencegahan malaria sejak usia dini.

Sebagai Guru Penggerak Eliminasi Malaria di SD Rapamanu, Elisabeth terus menghadirkan pembelajaran yang interaktif, partisipatif dan relevan bagi siswa. Ini merupakan sebuah langkah nyata membangun generasi yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya pencegahan malaria.

Tinggalkan Balasan

id_IDIndonesian

Eksplorasi konten lain dari Program Malaria Perdhaki

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca