Surat Edaran Gubernur Jadi Angin Segar, SSR PW KAMe Siap Dorong Integrasi Program ATM

MALARIA PERDHAKI-MERAUKE. Upaya pengendalian penyakit AIDS, tuberkulosis dan malaria (ATM) di Papua Selatan mendapat dorongan baru dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Papua Selatan Nomor 100.3.4/36/PPS/VI/2025 tertanggal 18 Juni 2025.
Surat ini menegaskan pentingnya Pemerintah Kampung mengalokasikan anggaran kesehatan dalam APBKampung serta memperkuat integrasi program promotif dan preventif di tingkat akar rumput.
Program Manager SSR PW Keuskupan Agung Merauke (KAMe), Eka Chris Prasetia mengatakan, kebijakan ini sebagai momentum penting bagi percepatan pengendalian malaria dan integrasi program ATM yang tengah dijalankan Malaria Perdhaki.
“Surat edaran ini sangat strategis. Kampung kini memiliki dasar yang kuat untuk mengalokasikan anggaran dan bekerja bersama kader, dinas kesehatan, serta mitra pembangunan. Ini membuka ruang bagi upaya-upaya kesehatan yang lebih berkelanjutan dan terarah,” ujar Chris.
Chris menjelaskan, secara khusus untuk malaria, merujuk pada surat edaran tersebut, Merauke masih dianggap sebagai wilayah prioritas endemis malaria.
Komitmen dan dukungan nyata SSR PW KAMe tercermin dari jumlah pemeriksaan dan pencarian kasus secara aktif dengan kontribusi mencapai 60% dari total pemeriksaan di Kabupaten Merauke.
“kader malaria merauke juga melaukan pengendalian vektor berupa pembersihan dan penimbunan genangan air, pemberian larvasida (abate cair) pada kolam dan penampingan air di sekitar rumah warga, hingga edukasi saat pembagian kelambu ke masyarakat,” sambung Chris.
Chris melanjutkan, komitmen serupa turut dilaksanakan untuk program ATM. Terlebih pada Juli 2025 lalu, Merauke juga menjadi wilayah untuk proyek percontohan program Perkuat Kader Satu (Kader PERKASA). Sebanyak 30 kader dari 7 Puskesmas (Kelapa Lima, Karang Indah, Mopah Baru, Samkai, Tanah Miring, Kuprik dan Kurik) ikut serta dalam pelatihan ini.
“Kader Perkasa ini berasal dari kader malaria yang ditingkatkan kapasitasnya untuk melakukan edukasi dan pencarian gejala (Rujukan) penyakin AIDS dan TB,” jelas Chris.
Merujuk data yang ada, dalam 3 bulan berjalan kader Perkasa di Kabupaten Merauke sudah berhasil melakukan edukasi sebanyak 1.812 dan rujukan sebanyak 33 yang telah ditindaklanjuti Layanan Kesehatan (Puskesmas).